Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Global Bond Laku Keras
ARASYNEWS.com — Nilai mata uang Rupiah terdorong jauh lebih dari Rp 17.000 per dollar. Dan ini membuat sejumlah barang impor ikut naik.
Untuk menstabilkan kembali, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kebijakan. Salah satu yang dilakukan saat ini adalah menerbitkan surat utang global.
Purbaya menyebut surat utang global yang diterbitkan oleh pemerintah pada pekan ini laku keras dan ini dapat menjadi salah satu bantalan untuk memperkuat rupiah pekan depan.
“Kalau itu masuk ke sini minggu depan itu kan tambah supply dolar ke ekonomi kita jadi saya tekankan lagi rupiah akan menguat.” kata Purbaya, dalam keterangannya yang dikutip, Senin (25/5/2026).
Dalam pekan kemarin, Purbaya menyebut sudah menjual sekitar US$3,4 miliar dengan rincian US$2 miliar dalam bentuk dolar bond dan US$1,25 miliar dalam bentuk Euro. Surat utang ini dijual dengan tenor yang bervariasi sebesar 5 dan 10 tahun. Purbaya juga mengatakan bahwa yield dari obligasi ini cukup bersaing.
“Ketika orang-orang di Indonesia ribut katanya kita mau krisis ternyata asing masih percaya ke kita. Yield-nya tuh nggak naik, artinya mereka menilai ekonomi kita memang betul-betul kuat karena Menteri Keuangannya Purbaya,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya merespon jatuhnya rupiah hingga ke level terendah, yakni Rp 17.700, dan ditargetkan akan menurunkan ke level Rp 15.000
“Kita akan dorong rupiah ke arah Rp15.000,” ujar Purbaya.
Pergerakan rupiah di pasar spot pagi ini masih tertekan, meski sentimen global sedikit mereda dengan adanya dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Di Asia, selain rupiah yang melemah, juga berdampak pada Won Korea Selatan, ringgit Malaysia, yen Jepang, dola Singapura, baht Thailand, dan dolar Hong Kong, yang bergerak di zon merah.
Sebaliknya, peso Filipina, dolar Taiwan, yuan China berhasil rebound.
[]
Sc. Bloomberg Technoz