Berkunjung ke Situs Sejarah Masjid Al-Jinn

ARASYNEWS.COM – Masjid Al-Jinn adalah salah satu masjid bersejarah paling terkenal. Saat ini aktif digunakan untuk sholat dan menjadi salah satu tujuan ziarah.

Berada di dalam wilayah Kerajaan Arab Saudi. Berdiri di lingkungan al-Ghazzah di Kota Makkah. Terletak di kawasan Ma’la, dekat pemakaman Jannat al-Mu’alla dan berjarak sekitar 1 km di utara Masjidil Haram. Sangat mudah dijangkau, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan taksi bagi jamaah yang sedang berada di Makkah.

Selain itu, ada juga yang menyebutnya sebagai Masjid Bai’ah atau Masjid Al-Hars, karena para penjaga biasa melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah hingga mencapai masjid, di mana mereka akan berhenti sampai para sahabat dan penjaganya menyusul.

Masjid ini menjadi destinasi populer bagi jamaah umrah/haji karena nilai sejarahnya yang tinggi dalam dakwah Islam.

Menurut beberapa sumber, Masjid Al-Jinn dinamai berdasarkan tempat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan jin. Menjadi simbol bahwa dakwah Nabi Muhammad SAW ditujukan untuk seluruh makhluk, baik manusia maupun jin. Dan ini yang didokumentasikan dalam Surah Al-Jin.

Masjid ini pernah menjadi tempat Nabi Muhammad SAW membacakan Al-Qur’an dan membaiat sekelompok jin yang beriman kepada Allah dan masuk Islam. Kisah ini didokumentasikan dalam Surah Al-Jinn, bagian ke-29 dari Al-Quran.

Sejarah Masjid al-Jinn

Masjid Al-Jinn juga dikenal sebagai Masjid Penjaga karena para penjaga Makkah al-Mukarramah biasa berkumpul di sana dan ditempatkan di seluruh wilayah dan lingkungannya selama era Kekhalifahan Umayyah.

Di sisi utaranya, Masjid al-Jinn berbatasan dengan Pemakaman al-Mualla, pemakaman paling terkenal dan tertua di Makkah al-Mukarramah. Kedekatan ini menambah signifikansinya karena dikelilingi oleh banyak situs bersejarah dan arkeologi di Makkah al-Mukarramah.

Bangunan masjid ini berukuran sekitar 10×20 meter, terdiri dari dua lantai, dengan desain modern namun sederhana, dihiasi kaligrafi Surah Al-Jin.

Bangunan Masjid ini pernah hilang akibat banjir, dan pada tahun 1714, pencarian sisa-sisanya dilakukan, dan mihrabnya ditemukan tiga meter di bawah permukaan tanah. Akibatnya, masjid tersebut dibangun kembali.

Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan sepanjang sejarah, dengan perluasan terakhir dilakukan pada masa pemerintahan Raja Fahd Bin Abdulaziz Al Saud pada tahun 2000. Perluasan ini dirancang dengan indah menggunakan teknik arsitektur modern untuk masjid, dan dinding eksteriornya dihiasi dengan batu buatan.

Masjid Al-Jinn berfungsi sebagai persimpangan bagi para peziarah yang datang dan kembali dari Masjidil Haram serta mereka yang menuju ke lingkungan utara dan selatan Makkah al-Mukarramah. Masjid ini terhubung dengan pintu masuk dan keluar Jalan Lingkar Kedua, yang berfungsi sebagai titik penahan arus kendaraan yang menjadi padat di area pusat, terutama selama musim haji dan umrah tahunan.

Masjid Al-Jinn berfungsi sebagai titik pertemuan bagi mereka yang menghadiri prosesi pemakaman menuju Pemakaman al-Muallaa, terutama karena salah satu pintunya berada tepat di seberang pintu masuk pemakaman. Hal ini menjadikannya titik acuan bagi mereka yang mengunjungi pemakaman dan mereka yang datang terlambat untuk shalat jenazah di Masjidil Haram, karena mereka dapat bergabung dengan prosesi pemakaman yang memasuki pemakaman dan ikut serta dalam penguburan dan pemakaman.

Masjid Al-Jinn memiliki berbagai fasilitas, termasuk tempat parkir khusus, restoran, dan pusat perbelanjaan. Selain itu, masjid ini menghadap ke lingkungan al-Sulimaniyah dan Shib Amir, serta beberapa gunung di Makkah al-Mukarramah yang mengelilingi area pusat dan Masjid Agung.

[]

sc. Kantor Berita Saudi

You May Also Like