ARASYNEWS.COM, Pelalawan – Sekolah yang masuk dalam wilayah TNTN (Taman Nasional Tesso Nilo) totalnya ada 8 sekolah yang terdiri dari 6 SD dan 2 SMP, juga ada 2 TK swasta yang lokasinya berada desa Lubuk Kembang Bungo, di desa Segati, desa air Hitam, desa Pangkalan Godai, dan desa Kesuma. Tetapi yang viral adalah di Dusun Toro Jaya yang anak-anak belajar di ruang terbuka.
Sementara itu, Bupati Pelalawan H.Zukri menyebutkan bahwa lokasi ini berada di dalam wilayah TNTN kabupaten Pelalawan.
“Bukan sekolah permanen, tapi tentunya ada jalan keluar bagi anak-anak dapat bersekolah kembali dengan normal di lokasi yang ada,” kata Bupati.
Dan untuk itu, pemerintah Kabupaten Pelalawan membahas ini bersama Satgas PKH dan Dirjen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Rabu (16/7/2025) kemarin.
Usai pertemuan yang dilakukan secara zoom meeting, maka anak-anak yang bersekolah di dalam kawasan TNTN tetap masih bisa bersekolah.
Dikatakan Bupati, bahwa sudah diambil suatu keputusan melalui Wadan Satgas PKH Mayjen Dodi, bahwa anak- anak yang bermukim di dalam kawasan TNTN dan telah mendaftar atau saat ini menjadi murid baru di SD maupun SMP tetap diperbolehkan untuk bersekolah.
“Murid baru atau kelas satu boleh diterima dan mereka diperbolehkan belajar di sekolah yang saat ini telah berdiri disana sebelumnya,” terang Bupati.
Untuk memastikan bahwa mereka benar-benar masyarakat yang berdomisili di dalam kawasan TNTN, Bupati mengatakan nanti pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Satgas PKH akan melakukan koordinasi, sehingga dapat memastikan bahwa memang betul anak-anak yang diterima bersekolah, adalah orang tuanya yang memang bermukim didalam kawasan TNTN.
Lebih lanjut, dikatakan Bupati, anak-anak sekolah yang ada di dalam kawasan itu
“Karena jika orang tuanya tidak bermukim dikawasan TNTN, maka anak-anaknya tidak akan diterima untuk mendaftar atau bersekolah disana, dan hal ini akan disinkronkan dengan Danpos Satgas PKH setempat,” pungkasnya. []