ARASYNEWS.COM – Tim Gabungan PMI dan Basarnas berhasil temukan satu orang korban asal jorong Galuang nagari Sungai Pua yang dinyatakan hilang pada 11 Mei 2024 lalu akibat banjir lahar dingin yang datang dari Gunung Marapi.
Korban ditemukan pada Rabu (22/5/2025) pukul 11.03 wib dan berhasil di evakuasi pada pukul 13.30 wib.
Dari keterangan yang dihimpun, korban berjenis kelamin laki-laki, yang ditemukan di jorong Taluak, nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, kabupaten Agam.
Saat ini korban telah berada di RSAM untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
Adapun sebelumnya jumlah korban yang meninggal dunia dan telah dievakuasi sebanyak 67 orang.

Sebelumnya, pada Selasa (21/5/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas area pencarian korban hilang akibat banjir lahar hujan Gunung Marapi di Sumatera Barat hingga perbatasan provinsi Riau.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, ada 11 warga yang masih hilang, yakni 10 korban di Kabupaten Tanah Datar dan 1 di Kabupaten Agam.
“Pencarian masih diteruskan dilakukan, dan sudah mulai diperluas. Di Tanah Datar diperluas pencarian hingga ke perbatasan provinsi Sumatera Barat dan Riau,” ujar Abdul dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024).
Diperluasnya area perncasian korban, kata Abdul, karena tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban di lokasi terdampak langsung bencana.
Abdul berharap perluasan area pencarian membuat tim gabungan dapat menemukan korban yang masih dinyatakan hilang, sehingga nantinya bisa langsung ditangani dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Adapun BNPB sampai saat ini mencatat ada 61 korban meninggal akibat banjir lahar dingin Gunung Marapi disertai tanah longsor.
Dikatakan Abdul juga, jumlah tersebut berdasarkan hasil sinkronisasi data antar pemangku kebijakan yang terlibat dalam proses penanganan bencana.
“Saat ini kami sudah satu data. Hingga Rabu pagi, ada 61 korban jiwa meninggal dan 11 hilang dan masih dilakukan pencarian,” kata Abdul.
Secara terperinci, di Kabupaten Tanah Datar terdapat 29 korban meninggal, Kabupaten Agam 22 korban jiwa dan di Kota Padang Panjang 2 korban meninggal. Kemudian di Kota Padang terdapat 2 korban jiwa, dan di Kabupaten Padang Pariaman satu orang meninggal dunia.
Abdul menegaskan bahwa jumlah korban ini berbeda dari data yang pernah dilaporkan, karena sebelumnya terdapat duplikasi dalam pencatatan nama korban.
Dan dikatakannya, pihaknya telah mensinkronisasikan data dengan catatan kependudukan.
“Kami sinkronisasi dengan by name by address ya. Artinya dengan dukcapil dengan catatan kependudukan, kami ternyata masih menemukan duplikasi pencatatan korban jiwa dan orang hilang,” pungkasnya. []