Karhutla di Riau, Jokowi Beri Peringatan Keras, Dasboard Lancang Kuning Masih Digunakan

ARASYNEWS.COM – Presiden RI Jokowi memberi peringatan keras terhadap sejumlah provinsi yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tinggi, termasuk Riau.

“Saya memberikan warning untuk provinsi, Provinsi Riau, Sumatera Utara, Kalimantan, hati-hati,” tegas Presiden.

Kasus Karhutla ini menjadi atensi dari Jokowi. Beberapa waktu lalu, Jokowi telah mengingatkan berkali-kali kepada sejumlah daerah yang rawan terjadi Karhutla. Jokowi mengancam akan mencopot Kapolda dan Pangdam jika tidak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan di daerahnya masing-masing.

“Tadi saya ulangi mengenai janjian, tujuh tahun yang lalu masih berlaku sampai sekarang. Kalau ada kebakaran besar di provinsi, yang tanggung jawab Pangdam, Kapolda, Danrem hati-hati,” kata Jokowi.

Sebagaimana diketahui, tiga hari belakangan, kasus karhutla di provinsi Riau mengalami tren dan terus mengalami peningkatan dan mengkhawatirkan.

Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Pekanbaru, per Ahad, 30 Juli 2023, terpantau sebanyak 21 hotspot atau titik panas. Pada Senin, 31 Juli 2023, hotspot bertambah menjadi 31 titik. Dan pada hari ini, Selasa, 1 Agustus 2023, hotspot meningkat menjadi 35 titik.

Pada hari ini, Selasa, 1 Agustus, hotspot terdapat di Kabupaten Pelalawan 9 titik, menyusul Indragiri Hilir 8 titik, Bengkalis dan Kampar masing-masing 4 titik hotspot, Indragiri Hulu dan Dumai masing-masing 3 titik, Rokan Hulu dan Kuantan Singingi masing-masing 1 titik.

Sedangkan jumlah hotspot di Pulau Sumatera Selasa, 1 Agustus 2023 mencapai 201 titik.

Untuk yang paling banyak tersebar di Provinsi Bangka Belitung 49 titik, Sumatera Selatan 46 titik, Lampung 42 titik, Riau 35 titik, Jambi 16, Bengkulu 5, dan Sumatera Utara 2 titik

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal, kepada wartawan mengungkapkan, sejak Januari 2023 hingga saat ini, total lahan yang terbakar di Provinsi Riau sudah mencapai 956 hektare (ha). Dari jumlah itu, ada 3 kabupaten yang terluas kasus Karhutla.

“Sejak Januari 2023 sampai dengan saat ini total 956 ha. Yang terluas Kabupaten Rohil, Mandau di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan,” jelas Edy Afrizal, Selasa (1/8/2023).

Dikatakannya juga, pihaknya bersama Polri, TNI dan Masyarakat Peduli Api (MPA) sedang berusaha terus memadamkan api.
“Kami melakukan operasi pemadaman bersama seluruh stakeholder terkait, termasuk TNI, Polri dan MPA,” kata dia.

Disisi lain, Kapolres Inhil, Riau, AKBP Noorhayat kepada awak media membenarkan Karhutla yang terjadi di Inhil itu. Saat ini pihaknya sedang berupaya memadamkan api di dua wilayah, yakni Kecamatan Gaung dan Teluk Balengkong.

“(Yang terbakar, red) lahan milik warga. Ada beberapa hotspot dan anggota sedang melakukan pemadaman di dua wilayah khususnya di wilayah Kecamatan Gaung,” urai Noorhayat, Selasa (1/8/2023).

Ia juga mengatakan, hingga saat ini masih menggunakan aplikasi Dasboard Lancang Kuning untuk memantau titik api yang ada di Riau.

“Kami masih menggunakan Dashboard Lancang Kuning ada 8 hotspot,” tuturnya.

Hanya saja, tentang adanya dugaan pembakaran lahan oleh warga untuk kepentingan perkebunan, Noorhayat menyebut hal tersebut masih dalam penyelidikan.

“Masih dalam penyelidikan, saat ini kita fokus pada pemadaman,” pungkasnya. []

You May Also Like