ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Proyek pemasangan payung elektrik di halaman Masjid An-Nur Pekanbaru masih menjadi permasalahan. Berdasarkan perjanjian kontrak, proyek ini seharusnya selesai pada akhir Desember 2022 akan tetapi diperpanjang dengan kontrak baru. Proyek ini memakan anggaran senilai Rp 42 miliar.
Diketahui, renovasi dan pemasangan payung elektrik direncanakan dapat dimanfaatkan untuk sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Tetapi tidak terlaksana.
Proyek itu bahkan telah menuai pro kontra masyarakat. Mulai dari perpanjangan kontrak berulang kali.
Terakhir, proyek itu jadi tanda tanya karena dikerjakan diam-diam setelah kontraknya diputus pada 8 April lalu. Belakangan baru diketahui jika proyek dikerjakan kontraktor yakni PT Bersinar Jesstive Mandiri.
Diduga ada permainan dan proyek ini. Bahkan nama Gubernur Riau, Syamsuar, dan anaknya, Muhammad Andri, dihadapkan pada tudingan menerima suap sebesar Rp2,5 miliar terkait proyek payung elektrik di Mesjid An-Nur Pekanbaru ini.
Tudingan ini disampaikan oleh masyarakat melalui spanduk yang dibentangkan di kantor Kejati Riau. Spanduk tersebut mencantumkan tulisan, “Diduga Andri, Anak Gubernur Riau, Menerima Suap Rp2,5 Miliar dalam Proyek Payung Mesjid Agung An-Nur.”
Selain itu, spanduk tersebut juga menuduh istri Gubernur Riau terlibat dalam korupsi makanan dan minuman di Biro Umum Pemprov Riau, serta memonopoli proyek.
Gubernur Syamsuar merespon dengan santai. Ia mengaku telah meninjau langsung proyek yang kini sudah tuntas.
Syamsuar tidak menanggapi tudingan ini sebagai masalah. Ia membantah dugaan suap yang dialamatkan kepadanya.
“Tidak ada yang perlu diluruskan, yang jelas saya dan anak saya tidak melakukan hal tersebut. Payung sudah siap, biarlah,” kata Syamsuar usai rapat dengan Komisi V DPR RI dan seluruh bupati se-Riau di Kediaman Gubernur Riau.
Syamsuar mengungkapkan bahwa proyek payung tersebut telah selesai dikerjakan. Meskipun mengalami keterlambatan dari jadwal semula, kini payung yang menyerupai payung di Mesjid Nabawi sudah dapat dinikmati.
“Tinjauan terbaru sudah siap ya. Insyallah tanggal 20 kita akan merayakan peringatan hari 1 Muharram, itu kemarin meninjau dalam rangka untuk mempersiapkan peringatan 1 muharram di sana, kalau tidak salah itu Kamis malam,” terang Syamsuar kepada wartawan di Balai Serindit setelah pertemuan bersama Komisi V DPR, Jum’at (14/7/2023).
Dalam peringatan 1 Muharram, Syamsuar mengaku telah mengundang Ustaz Adi Hidayat. Nantinya, Ustaz Adi Hidayat akan mengisi acara dengan kondisi payung telah tuntas.
Pada Kamis pekan depan, kami akan mengadakan kegiatan 1 Muharram dengan Ustadz Adi Hidayat di Mesjid An-Nur, dan payung tersebut sudah selesai. Kita bisa melihatnya bersama-sama nanti,” ujar Syamsuar. []