ARASYNEWS.COM – Kebiasaan masyarakat meminta sumbangan di tengah jalan jelang Lebaran Idul Fitri banyak ditemukan dan dinilai berbahaya.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah terkait hal ini mengatakan sangat berbahaya dan bahkan bisa memicu terjadinya kecelakaan dengan korban jiwa.
“Kalau bisa minta sumbangan di tengah jalan ini jangan dilakukan, sangat berbahaya,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah beberapa waktu lalu.
Mahyeldi meminta masyarakat untuk mencari solusi lain, seperti langsung menghubungi calon donatur di kampung atau di rantau, daripada meminta sumbangan di tengah jalan. Titik lokasi peminta sumbangan juga berpotensi menjadi titik-titik kemacetan yang mengurangi kenyamanan bagi pemudik yang akan masuk Sumbar. Meskipun tujuannya baik, cara penghimpunan sumbangan juga harus baik dan aman.
“Carilah solusi lain misalnya langsung menghubungi calon donatur di kampung atau di rantau,” kata Mahyeldi.
Mahyeldi menekankan hal itu karena kejadian saat rombongan Safari Ramadhan Provinsi hendak berangkat ke Kota Sawahlunto pada Selasa (4/4/2023). Rombongan gubernur itu berangkat dengan kecepatan tinggi lantaran waktu sudah mepet.
Tiba-tiba di jalan Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, rombongan dikejutkan dengan masyarakat yang meminta sumbangan di tengah jalan. Nyaris terjadi kecelakaan saat rombongan itu melaju.
“Hal ini bisa terjadi pada pengendara lain. Apalagi menjelang lebaran banyak pengendara dari luar daerah yang tidak terlalu menguasai medan sehingga potensi terjadinya kecelakaan makin tinggi,” katanya.
Mahyeldi meminta bupati dan walikota untuk lebih memperhatikan hal tersebut karena potensi kecelakaan tidak hanya bisa membahayakan peminta sumbangan tetapi juga pengendara.
Selain itu, lokasi peminta sumbangan tersebut juga berpotensi menjadi titik-titik kemacetan yang mengurangi kenyamanan bagi pemudik yang akan masuk Sumbar.
“Kita sedang mengupayakan agar libur lebaran tahun ini lebih nyaman dari tahun lalu. Beberapa solusi kita carikan seperti rekayasa arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan parah. Jangan sampai lokasi peminta sumbangan, malah menjadi titik kemacetan baru,” ujarnya.
Menurut Mahyeldi, meminta sumbangan di tengah jalan itu seakan sudah menjadi kebiasaan masyarakat berbagai daerah di Sumbar. Jumlah peminta sumbangan tersebut akan meningkat menjelang hari-hari besar seperti 17 Agustusan hingga Lebaran. []
Source. Sumbar suara