Berkemungkinan Kebijakan MyPertamina akan Diberlakukan Untuk Sepeda Motor Berkubikasi diatas 250 cc

ARASYNEWS.COM – Kebijakan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan bio solar subsidi mulai diberlakukan, per Jum’at (1/7/2022).

Saat ini, para pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor di lima provinsi di Indonesia tidak perlu melakukan registrasi di MyPertamina untuk bisa membeli BBM jenis Pertalite.

Pihak PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, keputusan ini dilakukan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran. Oleh karenanya, aturan tersebut diberlakukan bagi konsumen pengendara roda empat.

Dikatakan, bahwa untuk konsumen yang menggunakan sepeda motor kebijakan itu tak berlaku.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menegaskan, pembelian BBM subsidi untuk kendaraan roda dua atau motor berlangsung seperti biasa.

“Pembelian BBM untuk roda dua sementara masih seperti biasa,” kata Irto, Kamis (30/6/2022) kemarin.

Meskipun demikian, pihak Pertamina belum bisa memastikan terkait pendaftaran MyPertamina bagi konsumen yang mengendarai roda dua.

“(Pendaftaran untuk kendaraan roda dua) kita lihat nanti progresnya,” ujar Irto.

“Bagi Anda pengendara kendaraan roda empat, perlu mendaftarkan diri melalui situs https://subsiditepat.mypertamina.id/. Nantinya pihak Pertamina akan mengonfirmasi kendaraan dan identitas pengguna sebagai konsumen yang berhak mengonsumsi BBM bersubsidi,” tukasnya.

Akan tetapi, berkemungkinan nantinya juga akan menyasar kendaraan roda dua untuk jenis tertentu. Nantinya ada kendaraan yang berkubikasi diatas 250 cc yang akan terdampak aturan ini.

Misalnya Honda, motor dengan kubikasi di atas 250 cc yaitu CB650R, CB500X, CBR600RR, CBR1000RR, X-ADV, CRF1100L Africa Twin Adventure Sport, sampai dengan Gold Wing. Sementara dari Yamaha ada skutik bongsor T Max, lalu MT09, dan MT07.

Sedangkan merek Kawasaki yang produknya memiliki mesin 250 cc ke atas yaitu Ninja ZX10R, Ninja H2, KX450, Versys 1000, hingga Vulcan S.

Sementara BMW, semua produk roda dua yang dipasarkan punya kubikasi di atas 250 cc, begitu juga dengan Triumph. Sedangkan Suzuki saat ini tidak memiliki produk di atas 250 cc.

“Sesungguhnya kalau mampu membeli mobil (kendaraan) mahal, mestinya mampu membeli BBM non subsidi,” tukas Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman.

Memang Saleh belum menyebutkan berapa cc untuk motor mewah atau moge yang dilarang. Namun sebelumnya, ia menjabarkan yang sedang dikaji untuk dilarang adalah CC motor di atas 250 cc

“Kendaraan kluster baru dari pabrikan biasanya direkomendasi kan untuk menggunakan oktane tinggi, bisa lebih hemat dan pro lingkungan harapan kami begitu,” ungkap Saleh. []

You May Also Like