ARASYNEWS.COM – Kebocoran dan ledakan hingga kebakaran yang diakibatkan dari pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) yang ada di desa Batu Ampar, kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berakibat ada 10 warga yang terluka.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, Sabtu (3/1/2026), menyebutkan, dari 10 korban itu, enam diantaranya mengalami luka bakar dan empat lainnya luka ringan. Dan saat ini, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Diterangkan Kapolres, empat korban luka ringan diketahui terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
Selain itu, terdapat kerugian materiil yang dialami. Sebanyak lima unit truk dan lima sepeda motor hangus terbakar saat terparkir di kios pinggir Jalan Lintas Sumatera, yang berjarak sangat dekat dengan lokasi ledakan. Tiga bangunan juga ikut terbakar, masing-masing bengkel ban, cucian motor, dan bangunan pembeli berondolan sawit.
Saat kejadian pada Jum’at sore sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelumnya sempat terdengar suara dentuman.
Ledakan itu memicu kobaran api sangat besar yang menyulut aliran gas hingga membumbung tinggi, diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 50 meter.
Panas ekstrem dari kebakaran membuat langit di sekitar lokasi tampak memerah. Dan dampak hawa panas dilaporkan terasa hingga radius satu kilometer yang dirasakan warga.
Akibat peristiwa tersebut, beberapa rumah warga serta kendaraan yang berada dekat lokasi dilaporkan terdampak.
Kebakaran pipa gas ini juga sempat menyebabkan kemacetan lebih dari 10 km di Jalan Lintas Timur. Antrean kendaraan mengular dari arah Pekanbaru menuju Jambi dan sebaliknya.
Bahkan, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan ringan akibat panas, seperti bagian kabin kendaraan yang meleleh.
Farouk juga menyebutkan, saat kejadian arus lalu lintas Riau–Jambi yang sempat ditutup, tetapi kini telah kembali normal. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Sebelumnya, pada Jum’at malam, Kapolsek Kemuning, M Simanungkalit, memastikan kondisi di lokasi kebakaran pipa gas mulai berangsur terkendali.
Kobaran api dilaporkan telah meredup dan hampir padam, meski belum sepenuhnya mati.
“Situasi terakhir di lokasi kebakaran pipa gas di Desa Batu Ampar dapat kami laporkan, api sudah hampir padam atau sudah meredup, namun belum padam seutuhnya,” ujar Kapolsek pada Jum’at malam.
Ia menjelaskan, secara umum situasi keamanan di sekitar lokasi saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur yang sempat mengalami kemacetan panjang kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.
Penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
[]