ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) kota Pekanbaru telah melakukan kerjasama dengan mitra PT Yabisa Sukses Mandiri (USM) sejak 1 September lalu. Kerjasama ini dalam pengelolaan retribusi parkir dan tepi jalan umum untuk kota Pekanbaru.
Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso mengatakan PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) tengah mempersiapkan 500 juru parkir untuk mengoptimalkan pendapatan di 88 ruas jalan umum di Kota Pekanbaru. Dan nantinya akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pengelola melakukan persiapan dengan menyiapkan 500 unit mesin EDC secara bertahap. Ada 250 unit mesin EDC Pada Oktober 2021. Hingga akhir tahun ini pihaknya berupaya menuntaskan 500 mesin EDC ini dapat digunakan sepenuhnya.
Terkait adanya keluhan dari masyarakat, UPT Perparkiran Dishub kota Pekanbaru pun membuka hotline pengaduan. Masyarakat dapat lakukan pelaporan jika ada temuan juru parkir (jukir) yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
Untuk laporan pengaduannya, wajib mencantumkan lokasi, nama/ciri jukir, dan laporan. Kemudian dikirim via WhatsApp ke nomor 081266397770
Lebih lanjut, dikatakan Yuliarso, pendapatan yang telah masuk dari retribusi parkir tepi jalan umum mencapai Rp591 juta di bulan September.
“Kami, pendapatan retribusi parkir sehari Rp19,7 juta dalam sehari,” kata Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso, pada Sabtu (9/9).
Diterangkannya, di bulan September ini ada 30 hari dan bila dikalikan Rp19,7 juta, maka pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir sekitar Rp591 juta pada bulan September.
“Retribusi parkir sudah masuk dalam kas daerah. Pendapatan itu dalam bentuk non tunai,” kata Yuliarso.
Sebelumnya, Dishub Pekanbaru resmi menyerahkan pengelolaan parkir kepasa pihak swasta, PT YSM), pada 1 September. PT YSM akan mengelola parkir tepi jalan umum di Pekanbaru hingga 10 tahun ke depan.
“Kerja sama pengelolaan parkir efektif mulai 1 September 2021 oleh PT YSM. Perusahan ini melakukan penataan dan pengelolaan parkir di Pekanbaru,” kata Yuliarso.
Penandatangan kontrak dengan PT. YSM sudah dilakukan dua pekan lalu. Selanjutnya, perusahaan ini yang mengendalikan para juru parkir di 88 ruas jalan.
“Para juru parkir diberikan seragam, tanda pengenal, topi, payung, jas hujan, dan uang,” ujar Yuliarso.
Pada tahap ini, ada 250 alat bayar parkir secara elektronik. Namun, pembayaran non tunai ini akan dimulai pada 1 Oktober nanti.
“Karena, kami sedang melakukan koordinasi teknis dengan Bank Indonesia. Supaya, alat itu bisa menerima semua kartu pembayaran non tunai yang dikeluarkan oleh perbankan. Kami juga menyertakan pembayaran non tunai dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” jelas Yuliarso.
Diharapkan, proses pembayaran parkir non tunai ini bisa lebih cepat. Alat bayar berapa portabel yang dibayar jukir). Setelah dibayar, pengendara diberi karcis sebagai bukti. []