ARASYNEWS.COM – Danau Singkarak yang berada di kabupaten Tanah Datar dan kabupaten Solok terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). PLTA ini mulai dibangun sejak tahun 1992 dan mulai beroperasi sejak bulan April 1998 dengan memanfaatkan air Danau Singkarak.

Pembangunan Proyek PLTA Singkarak bertujuan untuk memenuhi peningkatan permintaan akan tenaga listrik di daerah Propinsi Sumatera Barat dan Riau serta mengurangi ketergantungan akan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar minyak dan Batu Bara.
Pengoperasian PLTA ini menggunakan air Danau Singkarak sebagai sumber penggerak turbinnya, inilah sebuah hal yang unik dari pembangkit listrik ini, air yang berasal dari danau singkarak yang terletak di kabupaten Tanah Datar dialairkan melalui terowongan yang menembus bukit barisan sehingga dapat menggerakkan turbin yang terletak tepatnya di jorong Asam Pulau, Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman yang pada akhirnya menghasilkan listrik yang siap untuk dialirkan. PLTA Singkarak memiliki kapasitas terpasang 4 x 43,75 megawatt (175 MW), pada musim kemarau, kemampuannya menyusut menjadi 70 MW, disebabkan terbatasnya debit air danau yang mengalir keluar.
Pemerintah membangun PLTA Singkarak dan terowongan air sepanjang 19 KM. Terowongan ini menembus bukit barisan dan digunakan sebagai sumber daya PLTA. Kalo biasanya PLTA adanya di pinggir danau atau bendungan. Air danaunya dialirkan lewat terowongan panjang yang menembus bukit barisan hingga sampai di lokasi PLTA.
Selain digunakan sebagai sumber tenaga PLTA, Danau Singkarak ini juga menjadi objek wisata yang cukup terkenal di kalangan wisatawan domestik hingga mancanegara.

Terowongan ini terpanjang di Indonesia dan merupakan pembangkit listrik ketiga di Sumbar, dengan investasi Rp 90 miliar.
Jadi, danau Singkarak tak cuma menyajikan keindahan. Dikawasan ini terdapat lubang kalam atau terowongan panjang. Lorong itu menembus bukit dari Malalo di kabupaten Tanah Datar hingga ke Lubuk Alung kabupaten Padang Pariaman.

Masuk ke terowongan ini tidaklah diperbolehkan, kecuali ada izin dari pihak terkait. Terowongan ini bisa dimasuki bus besar atau truk. Dan lebarnya sekitar 6-8 meter dan tinggi sekitar 8 meter.
[]