ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Pemerintah kota Pekanbaru bersama Pemerintah Provinsi Riau mulai melakukan perbaikan jalan yang rusak dan berlobang. Untuk tahun ini dari 400 kilometer jalan yang rusak di kota Pekanbaru, ditargetkan 200 kilometer yang akan diperbaiki.
Untuk target perbaikan ini disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun, melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution.
“Target tahun ini, yang diperbaiki untuk jalan rusak di 200 titik ruas jalan,” kata Indra Pomi, dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).
Pihaknya sudah melakukan pekerjaan sejak awal bulan ini, dengan target 50 titik ruas jalan pada triwulan pertama di tahun 2023.
Ia juga mengatakan, totalnya ada sepanjang 400 kilometer jalan di kota Pekanbaru dalam kondisi rusak dan perbaikan membutuhkan biaya yang besar.
Sedangkan untuk anggaran perbaikan jalan ini, adalah sebesar Rp 20 miliar. Anggaran ini naik Rp 8 miliar dibandingkan tahun 2022. Anggaran ini juga termasuk untuk biaya operasional dan pemeliharaan (OP) serta gaji pasukan kuning.
“Anggaran perbaikan jalan rusak sekitar Rp20 miliar tahun ini,” kata dia.
Lebih lanjut, perbaikan jalan yang rusak dilakukan dengan cara tambal sulam. Sementara untuk overlay diperlukan biaya cukup besar sekitar Rp1 miliar untuk satu kilometer. Kategori jalan yang bisa dilakukan overlay adalah kondisi jalan rusak dengan jumlah lubang jalan yang cukup rapat.
“Jalan dalam kondisi mantap lebih kurang di angka 74,5 persen. Ini sudah sangat tinggi dibandingkan rata-rata nasional itu hanya 60 persen saja,” terang Indra Pomi.
Disisi lain, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun, mengatakan untuk di kota Pekanbaru, ada 1.946 ruas jalan dengan total panjang 1.277 kilometer yang menjadi kewenangan pemerintah kota. Dari jumlah itu sekitar 74,5 persen dalam kondisi baik. Sementara jalan dalam kondisi rusak berat itu di angka 25 persen lebih.
“Dari 1.200 Km jalan, sekitar 400 Km rusak. Untuk overlay (pengaspalan ulang) sepanjang 1 Km, biayanya sekitar Rp2 miliar,” kata Pj Muflihun. []