ARASYNEWS.COM – Beberapa waktu lalu, diketahui tengah dilakukan pemeriksaan anggota kepolisian di pusat dan berbagai daerah di Indonesia. Pemeriksaan ini dilakukan agar aparat bersih dan bebas dari narkoba.
Dan dari beberapa pemeriksaan yang dilakukan, ada yang dinyatakan positif narkoba. Dan mereka diketahui mendapat sanksi hukuman.
Hanya saja hukuman yang diberikan ini seakan jauh berbeda dengan masyarakat lainnya dan juga bagi publik figur.
Salah satu yang mengkritik akan hal ini disampaikan musisi Kunto Aji.
Melalui media sosial, Kunto menyoroti ketimpangan perlakuan terhadap pelanggar hukum dari kalangan sipil, artis, dan aparat. Ia juga melontarkan sindiran tajam.
Dikatakannya, hukuman ringan yang diterima anggota kepolisian positif narkoba jauh dari rasa adil ketika masyarakat sipil yang positif narkoba.
Kunto mencontohkan jika ada satu artis yang positif, kemudian dipertontonkan ke publik dan mendapatkan sanksi sosial dan bahkan hujatan.
“Sipil kalau pakai narkoba udah hina banget. Artis? Diarak, selain dihukum jelas, dihujat abis. Ini sih keren banget,” tulis Kunto Aji dalam unggahannya di X, Rabu (28/5/2025) kemarin.
Ia juga menyampaikan dampak pemberitaan seperti ini terhadap citra Indonesia di mata dunia, terutama bagi calon investor luar negeri.
“Berita-berita yang begini jangan kira calon investor luar pada gak terpapar ya,” tukasnya.
Seperti diketahui, pernyataan Kunto muncul setelah publik dihebohkan dengan kabar beberapa orang anggota kepolisian di salah satu Polres di Indonesia yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Dan hal yang menjadi sorotan, para pelanggar itu hanya dikenai sanksi apel pagi, olahraga, dan sholat lima waktu selama 14 hari.
Disebutkan Kapolres itu bahwa hukuman tersebut merupakan bentuk pelatihan sementara sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.
Di daerah lainnya di Indonesia juga ada yang menerapkan hampir sama, mereka yang dinyatakan positif dimasukkan ke dalam pesantren untuk mendapatkan pelajaran tentang agama dan melakukan pengajian. []