ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau melakukan penahanan NS yang merupakan pengusaha kosmetik karena telah melakukan penipuan.
Adapun modusnya melakukan kerjasama bisnis franchise kosmetik dan merugikan korban hingga Rp6,8 miliar.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan, menyebutkan penahanan dilakukan pada Senin (14/7/2025) malam.
“Tersangka NS kami tahan usai menjalani pemeriksaan. Sementara dua rekan lainnya, VJ dan EL, belum memenuhi panggilan. Jika minggu ini tidak hadir, kami akan lakukan upaya jemput paksa,” ujar Asep, Selasa (15/7).
Ia menjelaskan, kejadian ini bermula ketika NS menawarkan kerjasama bisnis waralaba produk kecantikan melalui seminar dan media sosial.
NS mengklaim mendapat dukungan dari RANS Entertainment milik pasangan selebritis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, yang membuat para korban yakin akan potensi bisnis tersebut.
Awalnya korban menyetor dana sebesar Rp2 miliar dengan kesepakatan pembagian keuntungan 60-40 persen.
Namun, belakangan diminta menambah dana hingga total investasi membengkak menjadi Rp6,8 miliar, termasuk pinjaman pribadi Rp500 juta.
Korban mulai menyadari kejanggalan setelah tak kunjung menerima laporan keuangan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kecurigaan semakin menguat setelah fotonya yang dijanjikan akan dipajang sebagai investor, malah digantikan oleh foto pelaku bersama selebritas.
Kemudian, hubungan bisnis berujung sengketa perdata di PN Jakarta Utara. Dan atas kecurigaan ini, korban yang berada di Pekanbaru melakukan pelaporan ke Polda Riau.
Kemudian, dari hasil penyelidikan, proyek bisnis yang dijanjikan hanya berjalan di satu lokasi di Pekanbaru dan belum pernah beroperasi secara profesional.
Penyidik menjerat NS dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman pidana di atas lima tahun.
“Kami akan menindaklanjuti hingga semua tersangka bertanggung jawab di hadapan hukum,” tegas Asep
Sementara itu, kuasa hukum korban, Eva Nora, menerangkan pada awalnya kliennya diperkenalkan konsep bisnis lengkap dengan narasi kerja sama dengan RANS. Tetapi, ternyata tidak ada jaringannya seperti yang dijanjikan.
[]