ARASYNEWS.COM – Operasional turbin pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kampar, Riau, telah diberhentikan sejak Selasa, 4 November 2025.
Penghentian ini akibat penurunan pada tinggi permukaan air waduk yang kini menyentuh batas operasional terendah atau Low Water Level (LWL).
“Sampai saat ini turbin masih dihentikan operasinya,” ujar Dhani Irwansyah, Manajer Unit Layanan PLTA (ULPLTA) Koto Panjang, dalam keterangannya yang dikutip pada Ahad (16/11/2025).
Ia menjelaskan, keputusan sulit ini diambil karena elevasi air waduk telah mencapai batas LWL yang ditetapkan, yaitu 73,50 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ironisnya, setelah turbin dimatikan, permukaan air justru terus menunjukkan tren penurunan.
Untuk pengoperasian turbin akan dapat dilakukan kembali apabila kondisi air membaik dan elevasi waduk kembali naik, minimal kembali ke level ambang batas operasional 73,50 mdpl.
“Kita sangat berharap hujan segera turun di wilayah catchment area (tangkapan air) agar permukaan air naik dan PLTA dapat kembali beroperasi normal untuk menyuplai kebutuhan listrik,” harapnya
Sementara itu, dengan kondisi saat ini, yang dilakukan adalah perawatan mesin dan turbin.
Mesin turbin di PLTA Koto Panjang menggunakan tiga unit turbin jenis Kaplan, yang masing-masing mampu menghasilkan daya 38 MW, dengan total kapasitas terpasang mencapai 114 MW. Turbin ini memanfaatkan aliran air dari Sungai Kampar untuk menghasilkan energi listrik.
Jenis turbinnya adalah Kaplan, yang berfungsi mengubah energi kinetik air (dari bendungan aliran Sungai Kampar) menjadi energi mekanik putar, yang kemudian diubah lagi menjadi energi listrik oleh generator.
[]