Netizen: Roket Raksasa China Disuruh Putar Balik Di Pos Penyekatan

ARASYNEWS.COM – Departemen Pertahanan Amerika Serikat melacak jatuhnya roket China Long March 5B. Reruntuhan roket China ini jatuh tak terkendali ke bumi. Puing roket ini akan sampai di permukaan bumi pada Minggu (9/5/2021) dengan kecepatan 28.968 kilometer per jam. Diperkirakan jatuh di wilayah Amerika.

Dalam pernyataan resminya, Pentagon mengatakan telah mengetahui dan melacak lokasi Long March 5B di luar angkasa. Tapi, Pentagon mengaku tidak dapat menentukan titik masuknya ke atmosfer Bumi. Mereka baru bisa mengetahuinya sampai beberapa jam setelah re-entry roket itu terjadi.

Saat ini objek roket sepanjang sekitar 30,5 meter tersebut masih mengorbit Bumi setiap 90 menit. Roket melewati utara New York, Beijing dan sampai sejauh selatan Selandia Baru. Meskipun ada ancaman dari proses jatuhnya ke Bumi, kemungkinan besar roket akan tercebur di satu lautan atau di daerah terpencil.

Berbagai ahli pemodelan puing-puing ruang angkasa memperkirakan benda ini akan tiba di bumi sekitar pukul 04.00 dini hari WIB hingga 14.00 WIB, Minggu (9/5/2021). Namun, proyeksi seperti itu selalu sangat tidak pasti.

“Kami tidak dapat benar-benar mengatakan dengan tepat kapan itu akan terjadi,” ujar Nicolas Bobrinsky, Kepala Teknik dan Inovasi European Space Agency (ESA), dilansir dari BBC.

Hal ini mengingat ketinggian orbit roket dan sifat unik tingkatan atmosfer yang lebih rendah.

“Bahkan satu jam sebelum benturan, tingkat ketidakpastian akan tinggi,” imbuh Bobrinsky.

“Mengingat ukuran obyeknya besar spai seberat 18 ton, kecil kemungkinan bisa terbakarasuk di atmosfer bumi, pasti akan ada potongan besar yang tersisa,” kata Florent Delefie, astronom di Observatorium Paris-PSL.⁣

“Jika roket terdiri dari bahan yang tidak terpisah saat masuk kembali, itu bahkan lebih berisiko. Tampaknya itulah kasus Long March 5B,” imbuhnya

Tak cuma itu, para pakar dan lembaga antariksa seluruh dunia juga tidak mengetahui di mana puing roket itu akan mendarat.

“Pendaratan kembali bisa terjadi di utara hingga sejauh Chicago, New York, Roma, dan Beijing atau ke selatan hingga Selandia Baru dan Chile,” tulis Aerospace.org.

Melansir ABC News, biasanya roket jatuh ke bumi dengan cara terkontrol dan mendarat di samudera. Namun, tak jelas mengapa roket ini jatuh tak terkendali.

Beredarnya informasi jatuhnya roket ini pun tak luput dari komentar netizen di Indonesia.

“Gak bakalan jatuh di Indonesia, nanti disuruh putar balik petugas pos penyekatan,” tulis netizen.
“Dia bawa surat dinas, tapi belum rapid tes, dapat izin lewat kah?,” tambah netizen lainnya.
“Semoga balik lagi ke China, biar hilang Corona, aamiin,” tulis netizen.
“China lagi China lagi, bawa masalah terus,” komentar netizen.

[]

You May Also Like