ARASYNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah tengah bersiap melakukan kick off vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun pada 14 Desember 2021.
Dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bahwa vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini rencananya akan dilakukan secara bertahap dengan jumlah sasaran sekitar 26,5 juta anak.
“Tahap pertama vaksinasi akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi Lansia di atas 60 persen,” terang Budi dalam siaran pers yang diterima, Senin (13/12/2021).
Dikatakannya, Kemenkes hingga kini telah mencatat ada sekitar 8,8 juta jiwa dari 106 kabupaten/kota di 11 provinsi yang sudah memenuhi kriteria tersebut, yakni Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Bali.
“Sedianya vaksin yang digunakan untuk sementara ini adalah jenis Sinovac dan sudah punya Emergency Use Autorization (EUA). Total ada sekitar 6,4 juta dosis vaksin Sinovac yang akan digunakan hingga akhir Desember 2021 dan akan ditambah pada Januari 2022 mendatang,” kata Budi.
“Penyuntikan vaksin akan dilakukan dengan intramuskular atau injeksi ke dalam otot tubuh di bagian lengan atas dengan dosis 0,5 mili. Vaksinasi diberikan sebanyak 2 kali dengan interval minimal 28 hari. Sebelum pelaksana vaksinasi harus dilakukan skrining dengan menggunakan format standar oleh petugas vaksinasi,” terangnya.
Adapun untuk tempat pelaksanaan vaksinasi ini bisa dilakukan di Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya baik pemerintah maupun swasta termasuk pos-pos pelayanan vaksinasi, dan sentra vaksinasi.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun ini telah mendapatkan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), sehingga dipastikan aman, bermutu dan berkhasiat.
Tujuan vaksinasi bagi anak-anak ini, dikatakan Menkes adalah untuk mencegah sakit berat dan kematian pada anak yang terinfeksi, mencegah penularan pada anggota keluarga, mendukung pelaksanaan belajar tatap muka, meminimalisasi penularan dilingkungan sekolah, dan mempercepat tercapainya herd immunity. []