ARASYNEWS.COM – malam Lailatul Qadar merupakan satu malam pada bulan Ramadan yang nilainya lebih baik dari 1000 Bulan.
Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surah al-qadr ayat 1 sampai 5 bahwasanya malam Lailatul Qadar hadir pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Yaitu malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29.
Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada 10 malam terakhir tersebut.
Tentang hadirnya malam Lailatul Qadar tidak ada yang mengetahui. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam merahasiakan tanggal pasti Lailatul Qadar, namun memberikan petunjuk buat sebagaimana dalam hadis riwayat Bukhari beliau bersabda: “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari 10 hari terakhir di bulan Ramadan”.
Ada beberapa ciri-ciri alamiah malam Lailatul Qadar dalam kepastian empiris. Islam mengajarkan umatnya untuk mengamati tanda-tanda alam dan beberapa ciri-ciri disebutkan dalam berbagai riwayat, yakni
- Malam yang tenang dan sejuk
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “malam Lailatul Qadar adalah malam yang tenang tidak panas dan tidak dingin.
Cara meteorologis malam ini memberikan kenyamanan termal yang ideal bagi tubuh manusia untuk melakukan ibadah semalam suntuk tanpa mengalami kelelahan fisik yang berlebihan akibat suhu ekstrem seperti suhu panas.
- Matahari terbit tanpa terik yang menyilaukan
Ciri yang paling kuat dan valid yakni pengamatan pada pagi hari keesokannya sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim, matahari terbit pada pagi hari itu tanpa sinar tajam yang menyilaukan.
Ubay bin ka’ab juga meriwayatkan bahwa matahari terbit dengan cahaya yang putih redup diibaratkan seperti bejana datar. - Langit cerah tak berawan
Beberapa riwayat menambahkan bahwa malam tersebut tampak sangat cerah, tidak ada awan tebal, dan bintang-bintang tampak meneduhkan
Untuk diketahui pada malam lailatul qadar, Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa-doa hamba Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
“Barang siapa yang beribadah pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR Bukhari).
Amalan malam Lailatul Qadar
Pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan dengan memperbanyak salat malam, membaca Alquran, berdzikir dan berdoa, bersholawat, memperbanyak bertasbih dan beristighfar, serta melakukan itikaf.
Apakah malaikat turun saat Lailatul Qadar?
Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai salah satu malam paling istimewa pada bulan Ramadan. Pada malam tersebut umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah karena diyakini memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan malam-malam lainnya.
Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan apakah malaikat benar-benar turun ke bumi saat malam Lailatul Qadar?
Dalam Alquran dijelaskan bahwa malaikat memang turun ke bumi pada malam lailatul qadar hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surah al-qadr ayat 4, yang artinya: “pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan”.
Dikutip dari Muhammadiyah, malaikat yang turun ke bumi pada malam lailatul qadar jumlahnya sangat banyak. Mereka datang dengan cahaya yang cemerlang serta membawa suasana yang penuh kedamaian dan kesejahteraan.

Beberapa mitos yang beredar di masyarakat tentang malam Lailatul Qadar
Mitos populer seputar malam Lailatul Qadar yang tidak didukung dalil sahih meliputi fenomena alam mistis seperti pohon sujud, air membeku/manis, atau hewan yang tidak bersuara. Tanda sebenarnya adalah malam yang tenang, damai, tidak terlalu panas/dingin, serta matahari terbit keesokan harinya dengan cahaya lembut/putih.
- Pohon Bersujud/Tunduk: Di masyarakat beredar mitos bahwa pohon-pohon akan bersujud pada malam tersebut. Ini tidak didukung dalil sahih atau merupakan riwayat palsu.
- Air Membeku atau Terasa Manis: Anggapan bahwa air laut atau air biasa berubah rasa atau membeku adalah mitos yang tidak memiliki bukti.
- Mimpi/Melihat Cahaya: Melihat cahaya tertentu atau bermimpi tentang Lailatul Qadar bukanlah dalil yang valid, karena mimpi terlalu mudah dipengaruhi sugesti.
[]