Menyusuri Perkembangan Islam dari Sungai Batang Hari

ARASYNEWS.COM – Kota Jambi merupakan ibukota provinsi Jambi yang berada di pulau Sumatera. Kota ini menjadi salah satu penyebaran agama Islam di Sumatera yang juga menyimpan berbagai benda bersejarah dalam perkembangan agama Islam.

Berbagai koleksi itu tersimpan rapi di Museum Gentala Arasy dan dahulunya diperoleh dari hibah ulama-ulama.

Museum ini terletak di tepi sungai Batang Hari yang terbuka untuk umum setiap harinya.

Selain itu, di depan museum terdapat jembatan yang membelah sungai dan dikenal dengan nama Jembatan Gentala Arasy.

Disini, travelers dapat menikmati langit kota Jambi dan pemandangan aliran sungai dengan bebas. Saat sore hari akan terlihat jelas pemandangan bentangan alamnya.

Jembatan yang dibangun dengan anggaran delapan puluh delapan milyar rupiah ini memiliki pemandangan yang terkenal luar biasa cantik, apalagi pada malam hari dengan hiasan lampu-lampu di pagar jembatan.

Lokasi ini sangat mudah dijangkau, berada di dekat Jembatan Gentala Arasy, daerah Desa Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Lokasi museum ini terletak di tepi Sungai Batanghari, yang dapat ditemukan dengan bantuan aplikasi Google Maps.

Museum Menara Gentala Arasy adalah bentuk bangunannya, meskipun tidak terlalu besar, bangunan museum ini memiliki desain yang menarik, dengan bentuk melingkar yang unik. Ruangan di dalamnya digunakan sebagai tempat pameran berbagai koleksi museum yang terawat dengan baik. Jelajahi keindahan arsitektur ini dan biarkan diri Anda terpesona oleh atmosfer museum yang unik ini.

Koleksi-koleksi yang ada di Museum Menara Gentala Arasy mencerminkan peradaban Islam dan budaya Melayu Jambi dengan begitu indah. Hampir semua koleksi ini berkaitan erat dengan perkembangan Islam di Kota Jambi. Di bawah ini adalah beberapa contoh koleksi yang dapat di temui.

Sejarah Museum Menara Gentala Arasy dimulai seiring dengan peresmian Jembatan Gentala Arasy pada 28 Maret 2015. Wisatawan yang ingin mengunjungi museum ini dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki dari Taman Tanggo Rajo menuju lokasi museum. Jembatan Gentala Arasy sendiri berdiri megah di kawasan Pasar, pusat kota Jambi.

Arsitektur yang ikonik, tapi juga menyimpan kisah panjang peradaban Jambi—Museum Gentala Arasy. Tempat ini bukan sekadar ruang pameran benda-benda lama, melainkan pintu gerbang untuk memahami bagaimana Islam menyebar dan berakar di Tanah Melayu.

Setiap sudut museum membawa kita menyusuri jejak sejarah dari masa ke masa, menghidupkan kembali nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan perjuangan masyarakat Jambi dalam mempertahankan jati dirinya. Jika Anda ingin menyelami warisan Islam yang berpadu harmonis dengan tradisi lokal, maka museum ini adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Museum Menara Gentala Arasy menjadi penjaga sejarah Islam di Kota Jambi sekaligus merupakan bukti keberadaan perkembangan Islam yang kuat di wilayah Jambi.

Daya Tarik di Museum Menara Gentala Arasy

Salah satu daya tarik Museum Menara Gentala Arasy adalah bentuk bangunannya, meskipun tidak terlalu besar, bangunan museum ini memiliki desain yang menarik, dengan bentuk melingkar yang unik. Ruangan di dalamnya digunakan sebagai tempat pameran berbagai koleksi museum yang terawat dengan baik. Jelajahi keindahan arsitektur ini dan biarkan diri Anda terpesona oleh atmosfer museum yang unik ini.

Koleksi-koleksi yang ada di Museum Menara Gentala Arasy mencerminkan peradaban Islam dan budaya Melayu Jambi dengan begitu indah. Hampir semua koleksi ini berkaitan erat dengan perkembangan Islam di Kota Jambi. Di bawah ini adalah beberapa contoh koleksi yang dapat di temui.

Mushaf Al-Qur’an

Salah satu koleksi utama di Museum Menara Gentala Arasy adalah Mushaf Al-Qur’an al-Jambi yang memiliki ukuran yang sangat besar, yaitu 125 x 180 cm. Al-Qur’an ini menjadi pusat perhatian tepat di sebelah kanan pintu masuk museum. Al-Qur’an Mushaf Jambi ini dipamerkan di atas meja dengan ukiran khas Jambi yang begitu memukau, dan di atasnya ditutup dengan lapisan kaca yang melindunginya.

Mushaf Al-Qur’an ini adalah salah satu mahakarya museum ini yang dibuat pada tahun 2014. Al-Qur’an ini menjadi simbol kebanggaan dengan menggabungkan unsur-unsur budaya Melayu Jambi di dalamnya. Setiap lembar Al-Qur’an ini memiliki motif ukiran yang berbeda-beda, semakin memperkuat nuansa budaya Jambi yang kental.

Museum Menara Gentala Arasy juga memiliki koleksi kitab dan naskah yang mencakup berbagai aspek kehidupan dan budaya Islam. Dalam katalog museum ini, tercatat setidaknya ada 23 kitab-kitab yang dipamerkan di sana. Beberapa di antaranya telah menjalani proses digitalisasi untuk menjaga keawetan, tetapi Anda masih dapat melihat beberapa di antara mereka dalam bentuk aslinya saat berkunjung ke sana.

Koleksi kitab ini sangat beragam, termasuk naskah keagamaan, kebahasaan, filsafat, pengobatan, ajaran moral, silsilah, perbintangan, sejarah, dan peraturan adat. Salah satu naskah yang menarik adalah naskah silsilah Habib Sayyid Hussain, salah satu tokoh pertama yang menyebarkan agama Islam di Kota Jambi pada abad ke-16.

Selain itu, Anda juga akan menemukan Kitab Tafsir Khawatib yang bertuliskan dalam bahasa Arab. Kitab ini memiliki ukuran yang lebar, yaitu 17 cm, dan panjang 27 cm. Kitab ini berisi 240 halaman dengan 29 per halaman dan berfokus pada sarah muhtaminah yang ditulis pada tahun 1353 Hijriah.

Benda-benda lainnya

Di museum ini juga tersimpan berbagi budaya perkembangan Islam di Jambi seperti perlengkapan pakaian di masyarakat Jambi. Berbagai jenis perlengkapan pakaian digunakan, seperti destar, sorban, topi trobus, jubah, dan banyak lainnya. Semua perlengkapan ini mencerminkan identitas dan nuansa budaya tersendiri, terutama dalam acara ritual keagamaan dan selamatan.

Misalnya, topi trobus adalah salah satu contoh perlengkapan pakaian yang digunakan oleh guru di Pondok Pesantren Nurul Iman Kota Jambi. Topi ini memiliki ukuran diameter 19 cm dan tinggi 12 cm, terbuat dari kain hitam, merah, dan kuning dengan teknik anyaman. Motif geometris yang menghiasi bagian bawah dan atas topi ini menambah pesona budaya setempat.

Syal Peninggalan Ulama dan Guru
Beberapa syal yang ada di Museum Menara Gentala Arasy adalah peninggalan ulama dan guru di Madrasah Nurul Iman Seberang Kota Jambi. Syal-syal ini diduga berasal dari awal abad ke-19 dan merupakan warisan berharga dari masa lalu. Syal-syal ini digunakan sebagai penutup kepala oleh guru-guru saat mereka menjadi khotib dan mengajar.

Museum ini juga memiliki koleksi uang koin bersejarah yang mengingatkan kita pada masa lampau. Sebagian besar uang koin ini berasal dari zaman penjajahan Belanda. Uang koin ini adalah saksi bisu masa ketika Belanda menguasai wilayah Jambi. Beberapa uang koin bertuliskan “Nederlandsch Indie” dengan gambar makhota dan gandum, sementara yang lainnya bergambar “Inggeris Island of Sumatra” tahun 1804.

Di berbagai dinding Museum Menara Gentala Arasy, travelers akan melihat pigura tokoh-tokoh dalam peradaban Islam di Jambi. Pigura-pigura ini tidak hanya menghiasi dinding museum, tetapi juga memberikan wawasan tentang awal masuknya Islam ke Sumatera, provinsi Jambi, dan kampung Arab Melayu di Kota Jambi, di mana lokasi museum ini berada.

Museum dengan penuh semangat menjelaskan peradaban Islam yang dimulai dengan kedatangan saudagar kaya beragama Islam, Datuk Sin Tay. Kehadiran Islam yang terjalin erat dengan budaya Melayu Jambi tidak hanya sebagai agama, tetapi juga sebagai gaya hidup. Sejak abad ke-14, Islam telah merajut benang-benang kebudayaan, syariah, dan kitabullah di wilayah ini.

Dalam perjalanan di Museum Menara Gentala Arasy, akan mengetahui betapa kuatnya pengaruh Islam di Kota Jambi dan bagaimana agama Islam telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan sejarah di Jambi.

Perahu ketek sungai Batang Hari

Sungai Batanghari terletak didekat Gentala Arasy. Dan slah satu rekomendasi jika travelers ingin melihat keindahan jembatan ataupun tepian sungai dapat dengan menyusurinya dengan manfaatkan “Ketek” atau perahu. Fasilitas ini terbuka untuk umum dan beroperasi selama 24 jam.

[]

You May Also Like