ARASYNEWS.COM – Banyak usulan dan wacana perpanjangan masa jabatan presiden selama 1-2 tahun ternyata ditanggapi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ia menyampaikan ketidaksetujuan dan bahkan kemarahannya.
“Memang negara ini punya nenek moyangnya. Perpanjangan jabatan presiden itu inkonstitusional, bertentangan dengan roh reformasi,” kata Megawati seperti ditirukan sumber inilah.com.
Sepeti diketahui, setelah gagal wacana perpanjangan tiga periode untuk jabatan presiden, kini muncul wacana perpanjangan masa tugas presiden 1-2 tahun dengan berbagai alasan.
Wacana pemerintahan Presiden Joko Widodo diperpanjang sampai tiga periode kembali mencuat, saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memantik kabar itu.
Airlangga mengaku menerima aspirasi itu dari petani di Kabupaten Siak, Riau, yang ingin pemerintahan Presiden Joko Widodo berlanjut sampai tiga periode saat kunjungan kerjanya ke daerah tersebut.
“Aspirasinya tentu kami tangkap tentang keinginan adanya kebijakan berkelanjutan dan juga ada aspirasi kebijakan yang sama bisa terus berjalan. Tentu permintaan ini, yang menjawab bukan Menko, karena Menko menjawab urusan sawit,” kata Airlangga dalam kunjungan kerja di Siak, Kamis (24/2/2022) lalu.
Ternyata tidak cuma Golkar, suara senada bahkan lebih tegas juga datang dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Ia juga sepakat bila Pemilu 2024 diundur.
Lima alasan yang jadi alasan Zulkifli Hasan mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden, yakni, pertama pandemi Covid-19 yang belum berakhir sehingga memerlukan perhatian keseriusan untuk menangani.
Kedua, Indonesia belum membaik. Saat ini, pertumbuhan ekonomi rata-rata di 3%-3,5%. Banyak masyarakat yang masih kehilangan pekerjaan dan banyak usaha yang belum kembali pulih.
Ketiga, pertimbangan situasi global, seperti ekonomi global, konflik antara Rusia-Ukraina akan berpengaruh bagi ekonomi Indonesia dan global.
Keempat, pemilu membutuhkan biaya besar yakni berkisar Rp 180 triliun-190 triliun. Di tengah ekonomi yang masih sulit, alokasi dana Pemilu bisa untuk mendorong pemulihan ekonomi.
[]