Kukerta Kelompok Navakarsa, Laksanakan Program Ecolab melalui Kegiatan Ecoprint

ARASYNEWS.COM, SIAK – Mahasiswa Universitas Riau dari kelompok Navakarsa laksanakan kuliah kerja nyata (Kukerta) di desa Teluk Merempam kabupaten Siak, provinsi Riau.

Pelaksanaan kegiatan ini bertajuk “Ecolab” dengan tema “Jejak Alam di Tangan Anak: Kreasi Pembuatan Ecoprint dari Tumbuhan Sekitar”.

Kegiatan ini merupakan aktivitas edukatif dan kreatif yang melibatkan anak-anak dalam memanfaatkan tumbuhan segar di lingkungan sekitar sebagai media seni.

Dila, perwakilan mahasiswa kelompok Navakarsa, menyebutkan teknik ecoprint ini dapat mengekspresikan kreativitas anak-anak akan alam.

“Kita mengajak anak-anak untuk mengenal keindahan alam sekaligus mengekspresikan kreativitas dengan mencetak motif alami dari daun dan bunga pada media tas kanvas,” terang Dila, Ahad (1/2/2026).

“Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep dan teknik ecoprint. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis daun dan bunga yang dapat digunakan, serta diajak mengamati bentuk, tekstur, dan warna alami tumbuhan yang ada di sekitar mereka,” terangnya.

“Kemudian, pada tahap selanjutnya, dilakukan proses pembuatan ecoprint pada media tas kanvas. Anak-anak menyusun daun dan bunga sesuai dengan imajinasi dan kreativitas masing-masing di atas permukaan tas, kemudian dilakukan proses penekanan dan pemukulan sederhana agar warna serta bentuk tumbuhan dapat tercetak dengan jelas,” terang Dila.

Dalam praktik yang berlangsung, seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan penuh antusias, dimana setiap anak berhasil menghasilkan motif ecoprint yang unik dan berbeda satu sama lain.

Dila menerangkan, pemilihan tema kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan sejak dini, mengenalkan konsep ramah lingkungan, serta melatih kreativitas dan ketelitian.

Selain itu, kata Dila, anak-anak juga belajar bahwa alam dapat dimanfaatkan secara bijak tanpa harus merusaknya.

Kelompok Navakarsa berharap, program “Ecolab” dapat menumbuhkan rasa kagum anak-anak dan cinta terhadap alam, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak melalui karya yang mereka hasilkan sendiri.

“Tas ecoprint yang dihasilkan tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga menjadi kenang-kenangan bermakna dari proses kreatif yang memanfaatkan alam sekitar,” kata Dila.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta mendukung pendidikan karakter dan kreativitas berbasis lingkungan,” kata Dila.

Untuk diketahui, Ecoprint adalah teknik mencetak motif dan warna pada bahan (kain, kertas, kulit) menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, atau ranting melalui kontak langsung.

Teknik ramah lingkungan ini menghasilkan pola organik, unik, dan eksklusif, biasanya melalui metode kukus (steaming) atau pukul (pounding).

Beberapa poin penting mengenai ecoprint:

  • Memanfaatkan pigmen warna dari dedaunan atau bunga (misalnya daun jati, jarak, lanang).
  • Tidak menggunakan bahan kimia sintetis, sehingga limbahnya aman bagi lingkungan.
  • Teknik utama meliputi teknik pounding (dipukul) dan steaming (dikukus/direbus).
  • Media yang paling umum diterapkan pada kain serat alami seperti katun, sutra, atau linen.
  • Setiap hasil cetakan tidak pernah identik, menjadikannya produk seni yang otentik.

Ecoprint kini populer sebagai tren fesyen berkelanjutan dan peluang bisnis kerajinan tangan dan bernilai ekonomis.

[]

You May Also Like