Kapal Kato Peninggalan Sultan Siak Tidak Dapat Kepedulian Daei Pemkab Siak

ARASYNEWS.COM, SIAK – Media dan masyarakat menyoroti kondisi kapal Kato peninggalan Sultan Syarif Kasim (SSK) II yang berada di kompleks Istana Siak, Provinsi Riau. Terlihat kini dindingnya berselimut lumut dan karat.

“Kami sedih melihat kondisi Kapal Kato yang terbiarkan begitu saja. Memang awalnya polemik ini ramai diperbincangkan di media sosial, kemudian kami bertemu dan membahas kondisi ini,” kata Ketua Pelindung Cagar Budaya Siak (PCBS) Tatang Syafrawi di Siak dalam keterangannya, Sabtu (20/11/2021).

Ia menyebutkan hasil diskusi PCBS melahirkan beberapa kesepakatan, yakni menggalang sejuta koin untuk biaya perawatan Kapal Kato jika tidak ada kepedulian pihak bertanggung jawab.

Seiring dengan itu, juga mewacanakan pemindahan kapal ke daerah tepian Sungai Siak sehingga membuka destinasi wisata baru.

Upaya itu direspons oleh Kepala Dinas Pariwisata Fauzi Asni, kemudian mereka adakan pertemuan dihadiri PCBS ditambah dengan beberapa tokoh masyarakat seperti Sujarwo.

Terkait hal ini, ia mendesak Fauzi Asni merespons cepat terhadap keprihatinan masyarakat Siak terhadap kondisi kapal tersebut.

“Sebagai putra Siak, kami mempunyai semangat bagaimana aset sejarah di negeri tercinta ini dihargai sehingga generasi berikutnya juga menghargainya, bahkan menjadikan kebanggaan terhadap sejarah negeri sendiri,” kata dia.

Pada saat menggalang sejuta koin, kata Penasihat PCBS Joko Suliso, PCBS dijembatani tokoh muda Siak Rollis Muchtar untuk berjumpa dengan Kepala Dinas Pariwisata.

Namun, kata Joko, Fauzi Azni awalnya hanya menjawab secara normatif seperti sudah mengusulkan anggaran pengecatan dan perawatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Siak 2022.

“Jika tidak prioritas bisa saja ada yang mencoret saat pembahasan. Kemudian Fauzi baru mengatakan bahwa pihaknya akan menjamin anggaran itu, dan ia menginput di SIPD. Katanya, dia sudah koordinasi dengan Bappeda,” ucap Joko.

Menurut dia, pengusulan anggaran dari Dinas Pariwisata untuk APBD Siak 2022 itu tidak buruk. Namun, normalnya APBD 2022 akan berjalan pada bulan Mei sehingga tenggat waktunya terlalu panjang, sementara kondisi Kapal Kato sangat memprihatinkan.

Mendengar desakan itu, Fauzi berjanji akan bergotong royong untuk membersihkan Kapal Kato tersebut dalam waktu dekat.

Joko Susilo menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal janji Kepala Dinas Pariwisata Siak tersebut. Dan jika usulan itu dicoret dengan berbagai alasan, pihaknya kembali menggalang sejuta koin lagi demi menjaga muruah terhadap benda peninggalan SSK II tersebut.

“Jika mau refocusing, rasionalisasi anggaran di kemudian hari, ya, silakan. Akan tetapi, anggaran untuk Kapal Kato jangan diganggu-ganggu. Jika diganggu, artinya Pemkab Siak mengajak perang masyarakat, dan sudah jelas kami siap untuk itu,” tukas Joko.

Kepala Dinas Pariwisata Siak Fauzi Asni membenarkan telah bertemu dengan masyarakat dan PCBS untuk membahas Kapal Kato. Tapi ia tidak begitu mengetahui kondisi Kapal Kato yang memprihatinkan ini.

“Saya tidak menganggap ini sebuah polemik, tetapi ini kritik yang membangun serta narasi yang konstruktif dari masyarakat. Justru saya berterima kasih adanya perhatian yang besar untuk khazanah benda cagar budaya kita,” imbuh Fauzi.

Ia menampung ide dan usulan masyarakat dalam pertemuan itu. Pada kesempatan itu dia berjanji akan melaksanakan dua solusi konkret untuk perawatan Kapal Kato.

Dalam waktu dekat ini, dia dan staf Dinas Pariwisata Siak akan bergotong royong bersama masyarakat dalam rangka membersihkan Kapal Kato.

“Pemkab juga menganggarkan untuk pengecatan dan perawatan pada APBD Siak 2022. Kami berharap anggaran ini tidak dicoret. Pengusulan anggaran ini juga kami prioritaskan,” pungkasnya. []

Ditempat terpisah, Datuk Panglima PADAN Pasukan Dewan Adat Nasional Provinsi Riau Datuk Khairuddin Al-Young Riau, setelah mengetahui kondisi ini meminta Pemkab Siak dalam hal ini Dinas Pariwisata Siak mengusulkan anggaran pengecatan dan perawatan pada APBD Kabupaten Siak Tahun 2022.

Ia juga meminta jangan ada yang mencoret saat pembahasan, dan Bappeda Siak input segera di SIPD, karena itu sangat urgen dan merupakan khazanah benda cagar budaya Siak itu sendiri.

“Terkait kondisi ini, jika perlu, pemkab dan Anggota Dewan (DPRD) Siak terutama dari Daerah Pemilihan nya disitu, turun tangan lah langsung, carikan solusi dalam waktu dekat ini, maksimal akhir tahun 2021 ini sudah di cat dirawat, jadi tidak menunggu APBD 2022 yang pelaksanaannya tentu lama bisa jadi pengerjaan di bulan April atau Mei, lama betul itu. Nah, kalau sudah di cat dan dirawat, tentu bisa dijadikan aset wisata, juga kebanggaan tersendiri bagi Siak,” tukasnya. []

Source. Antara

You May Also Like