ARASYNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pembaruan data terus mengupdate jumlah korban bencana banjir dan longsor di provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Pada Selasa (2/12/2025) sore, jumlah korban yang meninggal dunia 753 jiwa, sementara 526 orang masih dinyatakan hilang. Angka ini terus bergerak seiring proses evakuasi dan pendataan yang dilakukan di lapangan.
Selain itu, BNPB mencatat 2.600 warga mengalami luka-luka, dengan total terdampak mencapai 3,3 juta penduduk di tiga provinsi.
Dari jumlah tersebut, 1,2 juta orang terpaksa mengungsi ke berbagai titik evakuasi, mulai dari fasilitas umum hingga lokasi darurat yang disiapkan pemerintah daerah.
Selain itu, banjir bandang, longsor, dan angin kencang yang telah melanda ini menyebabkan kerusakan massif, berikut data bangunan yang rusak, yakni 3.600 unit rumah rusak berat, 2.100 unit rumah rusak sedang, 3.700 unit rumah rusak ringan, 323 unit fasilitas pendidikan rusak, 344 unit jembatan rusak atau putus.
Kerusakan pada jembatan dan akses jalan yang tertutup material longsor membuat distribusi logistik dan proses pencarian menjadi terhambat. Hingga kini, banyak wilayah masih sulit dijangkau, terutama daerah perbukitan Sumatera Barat serta pedalaman Aceh yang terkena longsor berulang.
Pos Komando Tanggap Darurat Aceh menyebut ratusan jenazah berhasil dievakuasi sejak bencana besar ini terjadi. Ketua Tim Posko, M. Nasir, menegaskan bahwa pendataan di sejumlah kecamatan masih berlanjut karena beberapa wilayah masih terisolasi.
Sementara itu, BPBD Sumut menyebutkan, ada lebih dari 1,6 juta jiwa terdampak, dengan ribuan warga terluka dan ratusan orang hilang. Ratusan ribu warga harus mengungsi, baik ke pos pengungsian utama maupun ke rumah kerabat yang lebih aman.
Untuk di Sumatera Barat, sejak pekan lalu dilanda banjir besar dan longsor yang menutup jalan lintas antar wilayah. Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti untuk membuka akses. Sedangkan jalan yang terputus tengah dilakukan pembenahan.
Bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan ini sudah mempengaruhi 50 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Untuk bantuan logistik, pemerintah pusat menurunkan helikopter untuk distribusi ke wilayah yang sulit dijangkau.
Akan tetapi, di media sosial, terlihat ada rekaman video kesalahan yang dlakukan tim pengiriman logistik untuk ke masyarakat yang terdampak.
Peringatan BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan intensitas sedang hingga lebat masih akan mengguyur sebagian wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar dalam beberapa hari mendatang.
Dan diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir baru, kenaikan debit sungai, serta longsor susulan di area perbukitan.
Dalam penyampaian Kepala Pusdatin BNPB, Abdul Muhari, bahwa seluruh data yang ditampilkan adalah hasil validasi terbaru dari Posko Pusdalops di daerah. Menurutnya, situasi di lapangan masih sangat dinamis dan pendataan dapat kembali berubah seiring temuan baru.
“Data yang tampil adalah data ter-update dan kami terus melakukan verifikasi dari berbagai instansi. Kondisi di lapangan masih berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi. []