ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Korlantas Polri telah memberlakukan aplikasi yang memudahkan pemilik kendaraan untuk membayar pajak kendaraan miliknya. Aplikasi ini sudah bisa dipergunakan diberbagai kabupaten kota dan provinsi yang ada di Indonesia, termasuk di Riau.
Badan pendapatan daerah (Bapenda) Riau sendiri juga mengajak kepada seluruh wajib pajak kendaraan bermotor untuk dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk membayar pajaknya.
Sebab saat ini pemerintah termasuk Pemprov Riau sudah memberikan banyak kemudahan untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Dalam keterangannya, Kepala Bidang Pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, M Sayoga mengatakan aplikasi Signal (Samsat Digital Nasional) untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor sudah bisa di download di Play Store dan App Store.
“Dengan menggunakan aplikasi Signal, wajib pajak bisa melakukan pembayaran pajak kapan dan dimana saja, yang penting memiliki Android dan akses internet,” sebut dia, Senin (21/2/2022).
“Caranya pun cukup mudah, setelah aplikasi didownload dan diinstal di smart phone, wajib pajak tinggal mendaftarkan NIK dan nomor seluler untuk keperluan pembuatan akun Signal,” terangnya.
Setelah itu, dijelaskannya, wajib pajak dapat memasukkan nomor registrasi kendaraan bermotor atau NRKB, lalu di verifikasi.
Setelah itu wajib pajak bisa langsung melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan cara bayar yang sudah tersedia di aplikasi tersebut.
Jika semua proses sudah selesai, dan proses pembayaran sudah selesai, maka pembayaran pajak sudah tercatat, tinggal cetak STNK ke kantor samsat terdekat.

Tapi jika tidak berkeinginan ke kantor samsat, maka bisa juga diantar langsung ke alamat melalui kantor pos.
Yoga mengungkapkan, Riau menjadi salah satu daerah yang duluan dalam menjalankan aplikasi ini. Sejauh ini antusias masyarakat menggunakan aplikasi ini untuk membayarkan pajak juga cukup banyak.
”Riau menjadi salah satu provinsi pertama yang menjalankan aplikasi ini, karena Signal ini kan penerapan didaerah dibagi per gelombang oleh pembina Samsat Nasional. Riau dapat giliran gelombang pertama karena dinilai siap,” pungkasnya. []