ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Temuan kasus Omicron sudah terdeteksi di wilayah pulau Jawa terutama pada DKI Jakarta. Sudah ditemukan lebih dari 100 orang pasien yang saat ini tengah di rawat di wisma atlet di Jakarta.
Virus ini memang belum ditemukan disejumlah daerah di Indonesia, hanya saja diprediksi pemerintah melalui Kementrian Kesehatan akan mulai menyebar ke berbagai daerah pada bulan Februari 2022.
Untuk di Riau memang hingga saat belum ditemukan kasus ini. Akan tetapi Gubernur Riau Syamsuar mengatakan akan masuk pada bulan Februari. Dan untuk itu, pemerintah akan mempersiapkan sejumlah fasilitas dalam penanganan pasien kasus ini.
“Kemungkinan omicron ini akan mulai kelihatan di berbagai daerah itu pada bulan Februari 2022. Kita tidak boleh lengah dan maka dari itu kita harus menyiapkan diri agar kita sudah siap jika terjadi peningkatan omicron di daerah-daerah,” katanya saat rapat Satgas Covid-19 kemarin.
“Untuk menghadapi varian omicron ini, ada beberapa langkah yang dipersiapkan, beberapa di antaranya, kesiapan rumah sakit rujukan dan tempat isolasi terpusat di provinsi maupun di kabupaten dan kota di Riau, penyediaan obat-obatan yang cukup dan kesiapan tenaga-tenaga medis,” terang Syamsuar.
“Langkah kedua, Satgas yang telah ditunjuk melakukan kerjasama dengan perusahaan penyedia oksigen di wilayah Riau untuk memastikan ketersediaan oksigen,” ujarnya.
“Kemudian, langkah ketiga yang bisa dilakukan agar menghindari varian omicron ini masuk ke Provinsi Riau dengan meningkatkan vaksinasi pertama, kedua, dan vaksin booster,” kata Syamsuar.
“Termasuk juga meningkatkan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun. Selain itu, upaya keempat yang tidak bisa diabaikan adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” lanjutnya.
Dari Dinas Kesehatan provinsi Riau, data yang disampaikan untuk penambahan kasus Covid-19 belum terdapat ada peningkatan jumlah sejak tanggal 14 Januari 2022 kemarin yang dari kecamatan Bukit Raya. Di samping itu, masih ada sekitar 6 orang yang masih menjalani isolasi mandiri. []