ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Riau. Salah satu yang terimbas tidak jauh dari kota Pekanbaru, yakni lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, kecamatan Tambang, kabupaten Kampar.
Lokasi yang berbatasan langsung dengan kota Pekanbaru ini, ada sekitar empat hektare lahan gambut yang terbakar. Dan untuk menghindari menyebarnya kebakaran, tim pemadam kebakaran gabungan tengah berupaya lakukan pemadaman.
Dalam informasinya, Koordinator Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Riau, Edwin, di Pekanbaru, mengatakan luas lahan gambut yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.
“Luas yang dipadamkan sudah setengah hektare,” ungkap Edwin, dilansir dari antarariau, Selasa (9/3).
Dijelaskannya, topografi di lokasi kebakaran adalah lahan gambut datar dengan vegetasi semak belukar. Menurut Edwin, lahan tersebut adalah milik masyarakat, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Ia menyebutkan, tim gabungan yang terlibat dalam upaya pemadaman terdiri dari Manggala Agni, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Ia menyebutkan, Manggala Agni menggunakan teknis pemadaman dengan satu unit mesin air mark 3 dengan dua jalur pemadaman.
“Titik api tersebar secara luas sehingga sulit dipadamkan. Dan saat pemadaman, kendala yang didapatkan adalah cuaca yang panas, angin yang kencang dan asap tebal menyulitkan kerja petugas,” ungkapnya.
“Kita lakukan penyekatan, agar api tidak meluas. Titik api masih tersebar luas. Besok TKP Desa Rimbo Panjang akan dilakukan pemadaman lanjutan,” kata Edwin dalam informasinya.

Untuk diketahui, Desa Rimbo Panjang merupakan daerah yang kerap dilanda kebakaran lahan setiap musim kemarau. Jika area ini terbakar, maka asap yang ditimbulkan bisa mencapai kota Pekanbaru.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Karhutla yang terjadi di Provinsi sejak awal tahun 2021 mencapai 657,71 hektare. Luas kebakaran paling luas di Kabupaten Bengkalis yakni mencapai 200,66 ha.
Kemudian di Indragiri Hilir luas kebakaran mencapai 122,5 Ha, Kota Dumai 109,1 Ha, Siak 72,9 Ha, Pelalawan 48 Ha, Kepulauan Meranti 35,5 Ha, Rokan Hilir 31 Ha, Indragiri Hulu 25 Ha, dan Kota Pekanbaru tiga Ha.
Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 15 Februari hingga 31 Oktober 2021.
Provinsi Riau setiap tahun terus dilanda karhutla. Hal ini karena Riau sebagian besar merupakan lahan gambut dan mudah terbakar saat musim kemarau. Kebakaran kerap terjadi akibat pembukaan lahan baru oleh masyarakat. Dan asap yang timbul akibat itu menyelimuti kota-kota di wilayah Riau. []