Diduga Ada Penyelewengan, Gabungan Mahasiswa Unjuk Rasa dan Bakar Pocong di Depan Kantor Bupati

ARASYNEWS.COM, BANGKINANG KOTA – Mahasiswa yang tergabung kedalam Konfederasi Organisasi Mahasiswa Kampar (Komak) melakukan aksi unjuk rasa dan pembakaran di depan Balai Bupati Kabupaten Kampar, Jalan Prof M Yamin SH, Bangkinang Kota, Rabu (23/02/2022).

Pembakaran yang dilakukan ini adalah sebuah replika boneka berbentuk pocong. Mahasiswa menganalogikan replika ini sebagai bentuk kekesalan terhadap Penegak Hukum yang tidak berani mengusut kasus korupsi pembangunan RSUD Bangkinang, Taman Kota Bangkinang, dan Pembangunan Jalan Teluk Jering.

Mahasiswa menduga Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar ikut menerima aliran dana kasus tersebut.

Kordinator Lapangan Altan Alhadat yang juga sebagai wakil Presiden Mahasiswa STIE Bangkinang mengatakan, aksi ini sebagai bentuk protes dan akan terus dilakukan hingga penegak hukum memproses dugaan suap dalam aliran dana ink.

“Pembakaran boneka pocong ini merupakan bentuk kekesalan kita kepada penegak hukum yang tidak berani dan dinilai lamban dalam mendalami kasus korupsi RSUD Bangkinang, Taman Kota dan Jalan Teluk Jering,” terang Altan Alhadat dalam keterangannya, Rabu (23/2/2022).

“Aksi kita hari ini merupakan aksi yang kesekian kalinya kita lakukan. Ini sebagai bentuk protes kita karena hingga kini bupati yang diduga menerima anggaran tersebut tidak pernah dipanggil dan diproses,” ungkap Altan.

Dalam orasinya mahasiswa juga meminta Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau segera mengaudit anggaran di Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kampar tahun 2020-2021.

Dikatakannya, diduga Sekretaris Daerah sengaja menitipkan anggaran ini untuk kepentingan pribadi.

Koordinator Umum Komak M Alif Fadillah dalam orasinya meminta Kejati Riau juga turut memproses temuan dugaan ini.

“Kita juga meminta Kejati Riau secepatnya memeriksa Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto yang diduga ikut menerima aliran dana kasus korupsi RSUD Bangkinang, Taman Kota,” ucapnya.

“Kita juga meminta Kejati Riau mengaudit anggaran dinas Kesbangpol tahun 2020-2021 yang sangat besar dan tidak jelas peruntukannya,” ucapnya.

“Di tengah pandemi ini, mereka seenaknya saja memakai anggaran untuk memperkaya diri. Apakah ini yang dinamakan keberhasilan dimasa kepeimpinan Catur Sugeng Susanto ? Iya, berhasil membuat rakyat menjerit,” ucap Alif dalam orasinya.

Diakhir orasinya mahasiswa menyampaikan, akan melakukan terus aksi unjuk rasa hingga bupati dan sekda kabupaten Kampar yang diduga menerima uang tersebut diperiksa. []

You May Also Like