ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Kunjungan Walikota Pekanbaru Firdaus bersama Forkopimda ke beberapa lokasi perumahan terdampak banjir di Pekanbaru juga sekaligus memberikan bantuan.
Hanya saja, bantuan yang diterima warga di Perumahan Pesona Harapan Indah, Jalan Cengkeh, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru terlihat tidak disentuh warga. Hal ini karena jumlahnya yang tidak sesuai dengan harapan.
Bantuan tersebut dikembalikan lagi oleh warga ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jenderal Sudirman.
Akan tetapi, bantuan tersebut kembali diberikan lagi yang diserahkan Camat Bukit Raya Tengku Ardi Dwisasti pada Sabtu (24/4/2021).
“Ini tadi hanya miskomunikasi saja. Bantuan sudah kembali diterima warga,” kata T Ardi, Sabtu (24/4) sore.
Kepada warga, dikatakan Ardi, sudah diberikan penjelasan, dan kronologis bantuan yang diserahkan kepada warga.
“Sore tadi ke sana temui warga. Alhamdullillah sudah kita serahkan kembali ke mereka dan sudah diterima. Sudah kita jelaskan kronologisnya dan mekanismenya,” terang Camat Ardi.
Sebelumnya, paket sembako yang diserahkan Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT pada Sabtu (24/4/2021) siang dikembalikan oleh warga. Sembako itu diantar ke Mal Pelayanan Publik Jalan Jenderal Sudirman oleh warga.
“Iya ada bantuan yang dikembalikan warga dari Jalan Cengkeh,” kata salah seorang petugas Satpol-PP di MPP.
Warga terdampak banjir di Perumahan Pesona Harapan Indah kecewa atas bantuan yang diberikan oleh Walikota Pekanbaru. Ini karena jumlah yang didapatkan warga tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Menurut warga, Walikota Pekanbaru hanya datang membawa bantuan sembako berupa 4 papan telur, 5 karung beras dan 5 dus indomie. Sedangkan yang akan menerima bantuan tersebut ada sekitar ratusan warga.
Dikembalikannya bantuan tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga terdampak banjir, dikarenakan orang nomor 1 di Kota Pekanbaru hanya memberikan bantuan itu saja kepada warganya.
“Kami di sini ramai, sedangkan yang diberikan walikota hanya segitu, ya pasti gak bakal cukup. Daripada kami berkelahi nanti gara-gara tidak adil dapat bantuan dari pak walikota, jadi tidak kami sentuh dan kami kembalikan,” ungkap salah seorang warga. []