Bangunan Terangkat keatas Akibat Angin Puting Beliung di Alahan Panjang

ARASYNEWS.COM – Angin puting beliung terekam kamera warga yang terjadi pada Kamis, 3 Juli 2025 sekitar pukul 17.40 wib.

Tidak disebutkan berapa lama durasi terjadinya angin puting beliung tersebut. Namun bersifat merusak karena kecepatan angin yang cukup tinggi.

Terlihat, ada bangunan yang porak-poranda dan ada yang terangkat ke atas akibat diterjang angin puting beliung tersebut.

Diketahui, kejadian ini terjadi di nagari Air Dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Atau di wilayah Alahan Panjang.

Belum diketahui berapa jumlah bangunan milik warga yang terdampak.

Sementara itu, dikutip dari keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan fenomena angin puting beliung terbilang sudah biasa terjadi di kawasan Alahan Panjang kabupaten Solok.

Ada sejumlah penyebab terjadinya puting beliung ini. Penyebab terjadinya waterspout tersebut berasal dari awan Cumulonimbus yang ditandai dengan dasar awan yang gelap, diikuti dengan adanya suhu, tekanan, dan kelembaban udara yang jauh berbeda dibandingkan daerah di sekitar terbentuknya waterspout sehingga memicu pergerakan angin secara berputar.

“Kondisi atmosfer yang labil di wilayah Solok termasuk di wilayah danau, mengindikasikan kemudahan timbulnya awan Cumulonimbus dan cuaca buruk,” dikutip dari keterangan tertulis BMKG, Rabu (3/7).

Adapun, fenomena angin puting beliung yakni fenomena alam berupa pusaran angin berbentuk corong yang terjadi di daerah perairan baik laut maupun danau dan sekitarnya.

Fenomena ini umumnya terjadi pada saat siang hingga sore hari di musim pancaroba, di mana karakteristik cuaca pada musim tersebut yakni pada saat pagi hari kondisi cuaca cukup cerah, suhu udara dan kelembaban relatif tinggi, namun pada siang atau menjelang sore hari kondisi langit berubah secara drastis menjadi gelap dan dingin.

Terkait fenomena ini, diimbau kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai perubahan kondisi cuaca tersebut, dan menghindari beraktivitas di lokasi terbuka yang cukup luas sebagai upaya mengurangi risiko terjadinya fenomena cuaca ekstrem.

[]

You May Also Like