Atasi Antrian di Sejumlah SPBU, Pemerintah Daerah dan APKASI Sumbar Ajukan Tambahan Kuota Solar

ARASYNEWS.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk saat ini di wilayah Sumatera Barat adalah Pertalite Rp 7.850, Pertamax Rp 9.200, Pertamax Turbo Rp 14.800, Dexlite Rp 13.250, dan Pertamina DEX Rp 14.000.

Harga BBM non-subsidi ini mengalami kenaikan dan stok di SPBU tersedia. Sedangkan BBM bersubsidi untuk jenis solar mengalami kekurangan.

Terkait kekurangan ini, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) tengah berupaya mengajukan penambahan kuota untuk jenis solar.

Sebagaimana diketahui, hingga kini, BBM jenis solar mengalami kelangkaan hampir di seluruh wilayah Sumbar. Kelangkaan solar yang telah terjadi sepekan ini telah menyebabkan antrean panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan mengganggu distribusi barang.

“APKASI Wilayah Sumbar segera mengajukan penambahan kuota ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi/BPH Migas,” ujar Bupati Tanah Datar Eka Putra yang menjabat Koordinator Wilayah (Korwil) APKASI Sumbar.

Pengajuan tambahan kuota BBM solar tersebut merupakan kesepakatan para bupati dan walikota dalam pertemuan di Tanah Datar.

Bupati Eka menyebutkan, dalam silaturahmi bersama bupati dan wali kota itu, mereka membicarakan sejumlah isu strategis yang sedang berkembang saat ini di Sumbar.

“Kita berbincang tentang isu kerja sama antardaerah dalam bidang-bidang strategis, seperti bidang penanganan bencana alam, kelangkaan minyak goreng, BBM jenis Solar dan beberapa isu lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, pembicaraan antara Bupati dan Wali Kota yang sempat hadir itu nanti bakal bermuara dengan di tandatangani perjanjian kerjasama.

“Kita akan lakukan perjanjian kerja sama antar-kabupaten dan kota se-Sumbar beberapa waktu ke depan di Kota Bukittinggi,” tukas Eka.

Sejalan dengan itu Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan sebagai Ketua Umum APKASI mengatakan, kegiatan yang berlangsung cukup lama itu membicarakan berbagai persoalan serta formula mengatasinya.

“Silaturahmi dan koordinasi berjalan baik, terutama dalam membahas permasalahan terjadi saat ini di Sumbar, dan telah diambil langkah strategis ke depan dengan rencana perjanjian kerja sama antara sesama kepala daerah,” ujarnya.

Selaku Ketua Umum APKASI, ia menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan silaturahmi tersebut.

“Insya Allah, direncanakan silaturahmi ini rutin dilaksanakan sekali dua bulan secara bergiliran, agar semua dapat giliran juga mempromosikan potensi daerahnya,” kata Sutan Riska.

Dalam silaturahmi itu hadir langsung 11 kepala daerah se-Sumbar yang terdiri dari 9 bupati ditambah Walikota Bukittinggi dan Wakil Walikota Solok, dan perwakilan lainnya. []

You May Also Like