ARASYNEWS.COM – Seekor anjing pelacak K-9 yang bertugas di Polda Riau, gugur ketika diturunkan dalam operasi pencarian korban bencana alam di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Anjing yang bernama Reno itu berusia 8 tahun 4 bulan tengah bertugas dalam misi kemanusiaan. Reno membantu tim kepolisian menelusuri lokasi-lokasi longsor yang menimbun pemukiman dan warga.
Anjing pelacak berjenis Belgian Malinois tersebut dikenal sebagai spesialis search and rescue (SAR) yang telah dilibatkan dalam berbagai operasi pencarian di berbagai daerah.
Ketangkasannya menjadikan Reno salah satu anggota K-9 yang diandalkan dalam penanganan bencana oleh Polda Riau.
Namun saat menjalankan tugasnya di Agam, Reno mengalami kondisi kritis dan kelelahan sehingga membuatnya tidak dapat diselamatkan.
Kepergiannya meninggalkan duka bagi tim SAR dan kepolisian, yang menyebut Reno sebagai pahlawan berkaki empat yang gugur dalam tugas kemanusiaan.

Direktur Samapta Polda Riau, Kombes Syahrial M. Said, menyebutkan Reno dikuburkan di di Nagari Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Ahad (30/11), sesuai dengan prosedur sebagai anggota.
Reno gugur sebagai pahlawan karena sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.
Ia menjelaskan, Reno tiba-tiba mengalami kondisi lemas dan tumbang di area longsor dengan medan yang berat ketika melakukan pencarian antara pukul 11.00–12.30 WIB.
Dengan cepat, Tim K-9 mengevakuasinya ke klinik hewan, namun Reno dinyatakan meninggal saat penanganan medis.
Saat ini Polda Riau berkoordinasi dengan Polsatwa Baharkam Polri dan Dokter Hewan Polda Sumatera Barat untuk proses administrasi dan pemeriksaan medis lanjutan sambil menunggu hasil visum resmi atas penyebab kematian Reno.
[]
Sc-Dok. Ig humaspolda_riau.