Allah Peringatkan Kepada Orang-orang yang Berbuat Curang Meskipun Sedikit

ARASYNEWS.COM – Saat sekarang ini ramai dibahas tentang adanya perbuatan curang atau tidak adil atau tidak jujur. Perbuatan ini dilakukan agar dapat meraih suatu kemenangan dan menjatuhkan orang lain.

Perbuatan curang dalam Al-Qur’an dan Islam sudah dibahas dengan jelas. Perilaku ini termasuk dalam perbuatan dan akhlak yang tidak terpuji.

Orang atau golongan yang berbuat curang sangat dibenci Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Nantinya diakhirat dan di alam kubur, mereka yang berbuat curang akan diadili dengan seadil-adilnya. Dan terkadang juga diberikan saat masih hidup di dunia., (dikutip dari buku At-Tadzkir susunan Tim Genta Hidayah).

Perbuatan curang dan orang-orang yang melakukan perbuatan tidak terpuji ini sudah diperingatkan Allah dalam Al-Qur’an

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ

Artinya:
“celaka besarlah bagi orang-orang yang curang.”
“(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi.”
“dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”
“tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.”
(QS. Al Mutaffifin ayat 1-4)

Adapun contoh perbuatan curang diantaranya adalah taghrir (menipu), ghabn (menjual dengan harga sangat tinggi), gharar (melakukan transaksi yang tidak jelas), ghulul (korupsi), risywah (suap), ihtikar (menimbun), dan termasuk juga perbuatan menjatuhkan orang lain atau lawan dengan cara yang tidak sehat atau culas.

Hadits tentang Berbuat Curang

Selain ayat Al-Qur’an, ada beberapa hadits yang menggambarkan kecurangan. Berikut adalah dalil tentang berbuat curang:

  1. Pelaku Curang Tidak Termasuk Umat Rasulullah ﷺ
    Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda bahwa orang-orang yang berbuat curang tidak termasuk dari golongannya. Rasulullah ﷺ bersabda,
    “Siapa saja menipu (berbuat curang) maka dia bukan dari golonganku.” (HR Muslim)

Hadits tersebut menyebutkan segala bentuk kecurangan adalah perbuatan tercela dan dosa besar. Orang-orang yang berbuat curang tidak dianggap sebagai umat nabi.

Orang-orang yang berbuat curang atau menipu orang dalam berbagai bidang yang menyalahi koridor syariat tidak dianggap sebagai umat nabi.

Adapun maksud dari umat Nabi juga berarti akan dijauhkan dari rahmat Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

  1. Perilaku Curang dengan Mengambil yang Bukan Haknya
    Rasulullah ﷺ bersabda,
    “Barangsiapa dari kalian yang aku angkat atas suatu amal, kemudian dia menyembunyikan dari kami (meskipun) sebuah jarum atau sesuatu yang lebih kecil daripada itu, maka hal itu termasuk ghulul (pencurian) yang pada hari kiamat akan ia bawa.” (HR Muslim)

Hadits tersebut menjadi peringatan bagi orang yang diberi amanah kemudian mengambil yang bukan haknya maka dapat dikatakan sebagai korupsi atau mencuri.

  1. Menerima dan Memberi Suap
    Islam melarang umatnya untuk berbuat curang dengan cara menerima dan memberi suap. Hal ini termaktub dalam hadits Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah melaknat penyuap dan penerima suap.” (HR Ibnu Majah)
  2. Pemimpin Curang
    Jika seorang pemimpin curang dan berkhianat kepada rakyatnya, kemudian dia meninggal dalam keadaan belum bertaubat, maka Allah SWT akan mengharamkan surga baginya.

Ini dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda
“Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu, niscaya Allah mengharamkan surga atasnya.” (HR Muslim)

Itulah peringatan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kepada kita semua agar hangat berbuat curang. Semoga kita bukan termasuk kedalam golongan diantaranya meskipun pernah melakukannya sedikit. Segeralah bertaubat dan selalu menyampaikan kejujuran.

Wallahu alam

[]

You May Also Like