Akan Terapkan Parkir Non Tunai, Uang Elektronik Bakal Laku

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Yuliarso mengatakan layanan parkir di kota Pekanbaru kedepannya akan menerapkan sistem pembayaran non tunai. Dan tentunya bagi setiap pengguna jasa ini akan wajib memiliki uang elektronik atau e-money.

“Pemerintah kota Pekanbaru sudah menyerahkan pengelolaan parkir tepi jalan kepada pihak ketiga. Ini untuk beberapa ruas jalan di kota Pekanbaru. Akan aktif mulai September mendatang,” kata Yuliarso, Ahad (21/8).

Untuk layanan pengelolaan parkir tepi jalan ini, dikatakannya Pemko sudah menyiapkan alat untik pembayaran jasa parkir non tunai tersebut.

“Jadi seperti bayar tol, pakai kartu e-money. Menggunakan QR. Pemasangan akan dilakukan bertahap untuk tiap ruas jalan di kota Pekanbaru,” terang Yuliarso.

Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pengelolaan parkir ini guna mencegah dan meminimalisir potensi kebocoran retribusi. Pihkanya bakal memasang total 500 alat pembayaran parkir non tunai.

“Pemasangan alat pembayaran parkir non tunai ini bakal dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal akan dipasang di sejumlah ruas jalan protokol,” kata dia.

“Ada sekitar 250 alat untuk tahap pertama yang mulai di pasang pada Oktober mendatang,” lanjutnya.

Dikatakannya juga, pada bulan September besok ini akan mulai disosialisasikan. Dan pada Oktober, alat akan mulai digunakan secara bertahap.

Lebih lanjut, dikatakan Yuliarso, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru telah menandatangani kontrak kerjasama pengelolaan parkir bersama PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM). Dan akan aktif terhitung mulai 1 September, beberapa titik parkir akan dikelola oleh perusahaan tersebut.

“Rekanan ini akan mengelola parkir tepi jalan di 88 ruas jalan utama dan jalan besar,” kata Kepala Dishub Kota Pekanbaru.

Di dalam kontrak kerjasama pengelolaan parkir tepi jalan, PT YSM ditunjuk sebagai rekanan Pemko hingga 10 tahun ke depan. PT YSM harus memenuhi target dari retribusi parkir Rp409 miliar selama kontrak berlangsung. Artinya rekanan harus menyetorkan Rp40 miliar lebih per tahun ke pemerintah kota.

“Ini bentuk kerjasama KSO (kerjasama operasi) yang dalam kerjasama itu maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun,” jelas dia.

Disebutkan dia juga, retribusi parkir yang selama ini akan diubah menjadi jasa layanan perparkiran. Rekanan nantinya juga memiliki manajemen yang baik. Mereka bakal menata juru parkir (jukir) untuk lebih profesional dalam memberikan jasa layanan.

Dan bagi masyarakat yang butuh layanan parkir ini wajib memiliki uang elektronik seperti e-money. Dan bagi yang belum memiliki uang elektronik ini, maka dapat membeli di toko-toko modern yang ada di kota Pekanbaru atau di bank dan tempat lainnya. []

You May Also Like