Masyarakat Kecewa, Walikota Padang Ikuti Aturan Pusat Tak Mau Divaksin Tak Dapat Bansos

ARASYNEWS.COM, PADANG – Pemerintah Kota Padang bertekad akan berusaha keras mengejar capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Padang yang masih relatif rendah atau masih di bawah target. Target yang diberikan pemerintah pusat yaitu 37 persen dari vaksin nasional.

Dengan kondisi tersebut, kota Padang lagi dan lagi kembali diminta pemerintah pusat memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4

Hampir dua bulan kota Padang memberlakukannya dan baru-baru ini resmi diperpanjang sampai 4 Oktober mendatang. Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Hendri Septa usai menggelar rapat pembahasan terkait pemberlakuan PPKM Level 4 yang kembali diperpanjang bagi Kota Padang di kediaman resminya, Selasa (21/9/2021) kemarin.

“Kita berharap dan optimis, dalam sepekan ke depan insya Allah dengan segala ya upaya bisa mengejar capaian vaksinasi, minimal 52 ribu warga lagi. Saat ini baru 255 ribu atau 35 persen warga Kota Padang yang sudah divaksin dari target 726 ribu orang. Kalau 52 ribu ini tercapai dalam sepekan ke depan ditambah dengan 18 ribu lagi maka vaksinasi di Kota Padang akan mencapai 40 persen lebih. Sehingga dengan itu level PPKM kita diyakini bisa turun dari level 4 menuju level 3,” ujar Hendri Septa.

Selain itu kata Walikota lagi, untuk mengejar capaian vaksinasi pihaknya telah melakukan upaya baik sosialisasi, edukasi dan menjadikan syarat bisa belajar tatap muka dengan para peserta didik khususnya tingkat SMP sederajat semuanya melakukan vaksinasi.

“Alhamdulillah, para murid SMP sederajat di Kota Padang sudah mulai melakukan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi ini dilakukan untuk anak berusia 12 hingga 17 tahun. Semoga ini terus berlanjut dan berjalan sesuai harapan. Kita juga akan kejar vaksinasi lansia bekerjasama dengan TP PKK Kota Padang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai kota, dan majelis taklim-taklim yg ada di kota padang,” harap orang nomor satu di kota Padang ini.

Lebih lanjut, disampaikan Walikota Hendri Septa, untuk mencapai target tersebut Pemko Padang akan menyasar beberapa kelompok masyarakat diantaranya penerima bantuan sosial, baik itu PKH, BST, maupun KIS.

Menurut Hendri Septa setidaknya ada sekitar 9.000 KK yang menerima bantuan sosial di Kota Padang. Dan berdasarkan kalkulasi, capaian vaksinasi akan bertambah 18.000 orang apabila seluruh penerima bantuan bersedia untuk divaksin.

“Jadi kalau satu KK ada dua orang, maka jumlahnya bisa 18.000. Itu hitung-hitungannya. Kita harapkan kemauannya untuk bisa divaksin,” ujarnya.

Menurut Hendri Septa penerima bansos bisa terancam tidak bisa menerima bantuan lagi jika tidak segera melakukan vaksinasi yang telah diprogramkan.

“Jika tak mau divaksin, sesuai Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021, maka yang bersangkutan bisa ditunda penerimaan bantuannya. Itu peraturan presiden, bukan peraturan walikota,” tegas Walikota Hendri Septa.

Aturan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota terbaru dengan nomor 6422/DKK-PDG/IX/2021 yang sudah mulai berlaku hari ini, Rabu (22/9/2021).

Dalam SE tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin berdasarkan pendataan, wajib mengikuti vaksinasi Covid-19.

Diberbagai jejaring media sosial, apa yang disampaikan Walikota Padang ini mendapat banyak kritikan dari masyarakat. Selian dikatakan banyak masyarakat yang belum pernah merasakan bantuan sosial dari pemerintah kota, juga tidak sedikit masyarakat yang tidak ingin Hendri Septa melanjutkan sebagai walikota Padang. Dan bahkan ada yang mengumpat. []

You May Also Like