Kualitas Udara Memburuk Lagi di Pekanbaru dan Sekitarnya

ARASYNEWS.com, PEKANBARU — Meski nihil kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Riau dan kota Pekanbaru, tetapi kabut asap tipis masih terlihat. Dan ini menyebabkan kualitas udara di kota Pekanbaru memburuk.

Terkait hal ini, pemerintah mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatan terutama mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Dan untuk aktivitas pembelajaran di sekolah, pemerintah kota Pekanbaru melalui dinas pendidikan telah mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas di sekolah bagi peserta didik.

Pembelajaran jarak jauh atau PJJ ini telah dimulai selama dua hari, yakni pada hari ini, Selasa, 6 Oktober 2026 hingga Rabu, 7 Oktober 2026. Dan akan disesuaikan kembali setelah melihat kondisi dan laporan pengamatan di lapangan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Dr. H. Abdul Jamal, M.Pd, menyebutkan PJJ berlaku untuk seluruh satuan pendidikan tingkat PAUD/TK, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Pekanbaru hingga pada madrasah di bawah kewenangan Kementerian Agama dan kementerian/lembaga lain di Pekanbaru.

Dikatakannya, kualitas udara di Pekanbaru memburuk menembus kategori Sangat Tidak Sehat akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepada sekolah maupun diimbau dapat menyesuaikan program belajar mengajar demi keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Sementara bagi sekolah yang terkendala akses listrik atau jaringan internet, pembelajaran dilaksanakan melalui modul penugasan mandiri di rumah.

“Langkah PJJ ini mengacu pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla, serta hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hari ini,” ujar Abdul Jamal pada Senin malam kemarin.

“Ini dilakukan agar kesehatan anak-anak tidak terancam bahaya ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” kata Jamal.

“Bagi sekolah yang terkendala akses listrik atau jaringan internet, pembelajaran dilaksanakan melalui modul penugasan mandiri di rumah,” jelasnya.

Asal Asap Karhutla

Diketahui, dari pengamatan citra satelit dari BMKG kota Pekanbaru, kabut asap yang menyelimuti kota Pekanbaru dan sekitarnya merupakan kiriman dari wilayah provinsi lain di pulau Sumatera. Terdeteksi hotspot terlihat di wilayah provinsi Sumatera Selatan. Dan angin mengarah ke Utara sehingga kota Pekanbaru dan Riau mendapat imbasnya.

Dari pemantauan di lapangan, ternyata kabut asap bukan hanya melanda wilayah Riau saja, melainkan juga ke provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu, aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah di provinsi lainnya masih berlangsung.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like