Sesama Iblis Saling Berkelahi Berebut Kekuasaan

ARASYNEWS.com — Iblis merupakan makhluk yang dilaknat, diciptakan dari api untuk menggoda dan memerangi manusia terutama keimanan.

Iblis makhluk dari golongan jin yang membangkang dan diusir oleh Allah, sementara “setan” adalah sifat atau sebutan bagi entitas mana pun (baik dari golongan jin maupun manusia) yang durhaka, suka menyesatkan, dan ingkar.

Iblis dulunya taat, namun menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam karena kesombongan. Iblis menjadi pemimpin pasukan pembangkang dan diberi umur panjang hingga hari kiamat untuk menggoda manusia.

Sementara setan bukanlah satu makhluk saja, melainkan gelar atau sifat bagi semua makhluk (jin atau manusia yang jahat). Seluruh pengikut atau bala tentara Iblis dari bangsa jin ini disebut sebagai setan.

Dalam beberapa literatur okultisme Barat, jumlah iblis diperkirakan mencapai 44.439.622 yang terbagi ke dalam 666 legiun. Sementara itu, sumber lain seperti dalam Islam mencatat bahwa Iblis terus melahirkan keturunan dalam jumlah besar setiap harinya.

Walaupun mereka memiliki tujuan bersama untuk menyesatkan umat manusia, hierarki kepemimpinan mereka didasarkan pada kekuatan, prestise, dan pembangkangan, yang sering memicu konflik internal antar faksi atau individu.

Selain itu, ternyata sesama mereka juga saling berkelahi, bersaing memperebutkan kekuasaan, atau memprovokasi satu sama lain. Terutama untuk menduduki dan menjadi penguasa. Dan yang menang akan mendapat penghargaan dan kedudukan serta pangkat jabatan yang lebih.

Mengapa Sesama Iblis Berkelahi?

-Perebutan Kekuasaan dan Status

Iblis atau setan umumnya membentuk hierarki yang ketat dan sering bersaing untuk membuktikan siapa yang paling kuat dan licik.

-Pelanggaran Aturan

Pertikaian dapat terjadi di antara mereka sendiri apabila ada yang melanggar batas wilayah kekuasaan atau aturan yang ditetapkan oleh pemimpin tertinggi mereka.

-Provokasi Alami

Berdasarkan literatur agama, setan memiliki sifat dasar suka membangkang dan mengadu domba. Karakter ini terkadang diaplikasikan kepada sesama mereka sendiri untuk memicu perpecahan di antara mereka, ini sebagaimana yang sering mereka lakukan kepada manusia, yakni untuk memecah belah dengan cara bujuk rayu.

Meskipun diantara mereka sering bersaing, mereka dipersatukan oleh satu tujuan utama yakni permusuhan terhadap manusia. Sifat alami mereka inilah sebagai provokator yang memang dapat memicu permusuhan internal, namun mereka sering kali menyatukan kekuatan untuk menggoda dan menjerumuskan manusia di dunia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ٱسۡتَحۡوَذَ عَلَيۡهِمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَأَنسَىٰهُمۡ ذِكۡرَ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱلشَّيۡطَٰنِ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ [المجادلة: ١٩]

“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi“. [QS. Al Mujadilah/58: 19].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَالَ ٱذۡهَبۡ فَمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمۡ جَزَآءٗ مَّوۡفُورٗا ٦٣ وَٱسۡتَفۡزِزۡ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُم بِصَوۡتِكَ وَأَجۡلِبۡ عَلَيۡهِم بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِ وَعِدۡهُمۡۚ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا ٦٤ إِنَّ عِبَادِي لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٞۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلٗا [الاسراء: ٦٣، ٦٥]

“Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. [QS. Al Israa’/17: 63 – 65] .

Allah berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS. Al-Maidah: 91)

Di antara perbuatan tercela yang merusak persaudaraan, merusak persatuan, mengganggu stabilitas dan merupakan perbuatan setan.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di jazirah arab, tapi ia mengadu domba di antara mereka.” (HR. Muslim: 2812)

Oleh sebab itu, seorang mukmin yang cerdas yang memahami betul siapa musuh utamanya tentu tidak mau diadu domba dan ditipu oleh musuhnya begitu saja. Sehingga timbullah sikap kehati-hatian, tidak mudah terhasut, berpikir panjang, tenang dan tidak tergesa-gesa, ketika mendengar atau mendapati sesuatu yang akan mengarah pada perpecahan dan permusuhan antar sesama muslim karena ia tahu bahwa ini adalah makar musuhnya.

[]

Next Post

No more post

You May Also Like