ARASYNEWS.COM – Museum Rumah Adat Nan Baanjuang menghadirkan kekayaan budaya Minangkabau dalam balutan arsitektur tradisional yang memukau.
Museum ini bukan hanya berisi benda-benda replika alat tradisional benda-benda peninggalan budaya dan alat musik tradisional. Juga terdapat koleksi hewan yang dengan kondisi fisik yang langka, seperti kerbau berkepala dua dan kambing bermuka dua.
Ada juga miniatur berbagai bentuk rumah gadang, bermacam bentuk pakaian adat, perabotan rumah tangga, hingga peralatan kesenian. Dalam museum ini, pengunjung dapat mengenakan pakaian pengantin tradisional Minangkabau yang telah disediakan oleh pengelola museum.
Museum Rumah Adat Baanjuang merupakan museum yang bangunannya berupa rumah tradisional Sumatera Barat. Didirikan oleh seorang berkebangsaan Belanda.
Selain itu, yang menariknya bagi para pecinta koleksi uang lama, disini terdapat banyak tersimpan uang kuno berbentuk kertas ataupun logam dari berbagai periode sejarah Indonesia dan denominasi
Di museum ini bahkan juga menyimpan uang yang berkaitan dengan percetakan uang “Orida” (Oeang Republik Indonesia Daerah) di kota tersebut, seperti uang kertas Rp10 tahun 1948.
Uang Kuno “Orida Bukittinggi” sebagai koleksi utama yang terkait langsung dengan sejarah Bukittinggi. Contohnya adalah uang pecahan Rp 10 tahun 1948 yang diterbitkan khusus untuk wilayah Sumatera.
Dibaca dari catatan sejarah, Bukittinggi dulu pernah sebagai pusat percetakan uang untuk Republik Indonesia, yang membuat koleksi uang kuno dari masa tersebut menjadi sangat relevan dengan sejarah lokalnya.

Rumah Adat Nan Baanjuang ini berada di dalam Kompleks Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, di Jalan Cindur Mato, Kota Bukittinggi. Berada dalam pengelolaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi.
Bagi yang ingin masuk dan melihat-lihat berbagai macam koleksi adalah gratis karena tiket masuknya sudah termasuk dengan tiket masuk kebun binatang
Terletak di dalam area Kebun Binatang Bukittinggi, museum ini menjadi destinasi menarik untuk liburan keluarga.
[]