ARASYNEWS.COM – Film animasi Merah Putih: One for All telah mulai tayang di bioskop-bioskop. Dan pada hari pertama penayangannya pada Kamis (14/8/2025), sejumlah warga ingin menonton dan ingin mengetahui alir ceritanya. Warga ingin mengetahui isi film yang diproduksi Perfiki Kreasindo ini yang serentak tayang pada pukul 19.30 WIB.
Akan tetapi, dalam data yang dihimpun, film animasi ini pada hari pertama hanya meraih sekitar 720 penonton. Dan angka ini cukup mengejutkan publik, apalagi mengingat sebelumnya film ini sempat didesak untuk dibatalkan oleh sejumlah pihak.
Jika dibandingkan dengan sejumlah film di Indonesia, jumlah ini kalah jauh dengan sejumlah film lainnya yang tayang perdana. Diantaranya adalah film “La Tahzan” yang mencatatkan Raihan penonton dengan estimasi 69.105 pada hari pertama. Dan film “Tinggal Meninggal” yang disutradarai Kristo Immanuel juga pernah mencatatkan sekitar 25.054 penonton.
Selain itu, diketahui, warga yang sengaja datang menonton bukan semata untuk menikmati alur ceritanya, melainkan juga demi pengalaman unik yang bisa dijadikan bahan candaan.
Beberapa yang diungkap diposting ke media sosial, salah satu pengguna mengaku hanya ingin melihat langsung kualitas resolusi grafisnya di layar lebar. Beberapa warga juga penasaran dengan perbedaan dari versi yang beredar di YouTube. Penonton lainnya justru membandingkan film ini dengan kualitas puncak animasi Indonesia setelah Jumbo. Menurut penonton, ini adalah momen melihat “titik nadir” kebangkitan animasi lokal.
Sementara itu, ada juga dan bahkan banyak penonton yang mengungkapkan ada banyak kejanggalan dalam film animasi ini. Salah seorang penonton mengkritik audio film yang membuat telinga sakit, alur cerita yang “kayak mimpi pas demam,” hingga suasana studio yang penuh tawa sepanjang 70 menit. Penonton lain, juga menyebut kepalanya pusing selama menonton, dialog melompat-lompat, animasi berulang, dan dubbing seperti orang pilek.
Seperti yang sudah ramai diperbincangkan, isi dan alur film ini membuat banyak penonton yang tertawa bersama. Mereka Menertawakan kualitas film yang terlihat belum siap tayang atau dipaksa untuk tayang.
“Dialog belum sempurna, jalan cerita amburadul, dan banyak adegan yang masih freeze, terpotong, hingga membuat penonton tertawa tak karuan. Suasana bioskop menjadi riuh karena tawa penonton. Mereka menyoraki setiap adegan kocak dan interaksi antar tokoh yang terlihat cukup aneh,” tulis salah satu penonton yang diunggah ke media sosial, Jum’at (15/8).

Akan tetapi, yang sangat menjadi kekaguman adalah dalam salah satu adegan pengibaran bendera, penonton di dalam studio berdiri memberi hormat sambil menyanyikan Indonesia Raya. Momen ini terekam dalam video dan menuai apresiasi warganet, yang menilai film ini berhasil membangkitkan rasa nasionalisme lewat cerita dan visualnya.
[]