Dihindari Saat Perayaan Idul Fitri, Meminta-minta THR

ARASYNEWS.COM – Secara umum, dalam ajaran Islam tidak menganjurkan meminta-minta, kecuali dalam kondisi tertentu.

ada ayat Al-Qur’an dan hadits yang membahas mengenai meminta THR. Berikut beberapa diantaranya.

QS Al-Baqarah 188

Ayat dalam surah ini menjelaskan bahwa terdapat larangan mengenai umat Muslim memperoleh harta dengan cara yang tidak benar atau batil.

Selain itu, mereka juga tak boleh menggunakan hukum atau peradilan untuk mengambil harta orang lain secara tidak adil.

Ayat ini menegaskan pentingnya kejujuran dan keadilan dalam urusan harta.

HR Muslim No 1041

Hadist ini menjelaskan bahwa siapa saja yang meminta-minta tanpa adanya kebutuhan mendesak seolah-olah memakan bara api.

Dari hadist ini, dapat dipahami bahwa meminta-minta, termasuk dalam hal tunjangan hari raya (THR), sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan, karena Islam menekankan sikap mandiri dan menjaga kehormatan diri.

HR Bukhari No 1474, Muslim No 1725

Dalam hadist ini, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seseorang yang meminta secara terus-menerus sampai ia bertemu Allah SWT dalam kondisi tak ada sepotong daging pun di bagian wajahnya.

Dari hadist ini memperlihatkan bahwa Islam memang tidak menganjurkan seseorang untuk memiliki kebiasaan meminta-minta. Terlebih lagi jika ia nyatanya masih mampu untuk berusaha.

Sesudah mengetahui ayat Al-Qur’an dan hadits yang membahas mengenai meminta THR di dalam agama Islam, tentu lebih baik memberi daripada meminta bukan? Dengan memberi, bisa mendapatkan pahala karena termasuk ibadah. Sementara meminta, meski bukan haram, namun lebih baik tidak melakukannya. Apalagi jika meminta-minta dengan cara memaksa, padahal bukan jadi haknya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang meminta sementara dia memiliki sesuatu yang mencukupinya maka ia telah memperbanyak api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa meminta-minta bagi orang yang mampu adalah perbuatan yang tidak terpuji.

Hadits Qabishah menyebutkan tiga golongan yang diperbolehkan meminta-minta: yakni 1) yang menanggung hutang orang lain; 2) yang ditimpa musibah; 3) yang benar-benar dalam kesengsaraan. Meminta di luar ketiga kondisi ini adalah haram.

Meminta THR Lebaran, terutama dengan paksaan, tidak termasuk dalam tiga golongan tersebut. Jika seseorang mampu memenuhi kebutuhannya, meminta THR kepada orang lain adalah perbuatan yang tidak dianjurkan. Ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengurangi keberkahan Idul Fitri.

Dalam konteks meminta THR, penting untuk memahami bahwa THR lebih bersifat hadiah atau pemberian sukarela. Meminta dengan paksaan dapat dianggap sebagai bentuk pemaksaan dan melanggar etika.

Meminta THR Secara Paksa: Hukum dan Risikonya

Meminta THR secara paksa adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Ini termasuk dalam kategori meminta-minta yang tidak dihalalkan kecuali dalam kondisi tertentu sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

Dampak spiritual meminta THR secara paksa dapat mengurangi keberkahan Idul Fitri dan bahkan mendatangkan dosa. Sikap memaksa dapat melukai hati pemberi dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Risiko hilangnya keberkahan Idul Fitri sangat besar jika kita meminta THR dengan paksaan. Idul Fitri seharusnya dirayakan dengan penuh kegembiraan, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan.

Sikap yang tepat adalah menghindari meminta THR secara paksa. Jika memang membutuhkan bantuan, sampaikan dengan cara yang santun dan tidak memaksa. Terimalah pemberian dengan rasa syukur jika ada yang memberikan THR kepada kita.

Wallahu alam bish shawab

[]

You May Also Like