Viral Video ‘Izin Tempur’, Benny Rhamdani Sebut Postingan Belum Lengkap

ARASYNEWS.COM – Baru-baru ini beredar video berdurasi 49 detik yang menampilkan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama rekan-rekannya yang bertemu dengan presiden Jokowi.

Video itu menampilkan pertemuan dalam acara bersama relawan.

Video Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani soal ajakan perang kepada mereka yang bersebrangan dengan Joko Widodo viral di media sosial.

Video berdurasi 49 detik ini memperlihatkan Benny tengah menyampaikan pendapatnya di hadapan Presiden Jokowi disela acara Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Sabtu (26/11/2022) kemarin.

“Kita gemas pak ingin melawan mereka. Kalau mau tempur di lapangan kita lebih banyak. Nah kalau bapak tidak mengizinkan kita tempur di lapangan makanya penegakkan hukum yang harus (dipakai),” kata Benny dalam video itu.

Atas beredarnya postingan itu, banyak masyarakat yang geram atas pernyataan yang disampaikan relawan dan seakan diterima Jokowi.

Atas hal itu, Benny Rhamdani mengklarifikasi pernyataannya “minta izin tempur” dengan pihak-pihak yang berbeda pandangan dengan Presiden Joko Widodo di acara Relawan Jokowi.

Benny berdalih ucapannya yang viral di media sosial tersebut belum utuh.

“Saya yakin video itu adl video yang tidak utuh, kalau utuh kan seharusnya keseluruhan dong, dari mulai pertama sampai selesai kurang lebih 40 menit harusnya dimuat secara utuh,” kata Benny kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dikatakannya, dalam acara Relawan Jokowi tersebut tidak hanya dirinya yang menyampaikan masukan saran hingga usulan ke Presiden Jokowi.

“Acara itu adalah acara pertemuan di sela-sela menjelang acara GBK santai, ramah tamah, dan bukan acara tertutup lah,” imbuhnya.

“Mumpung ada kesempatan pimpinan relawan bertemu dengan presiden sebelum acara dimulai, seperti biasa dan sudah banyak kali dilakukan itu adalah kesempatan kita menyampaikan pandangan, harapan,” lanjut keterangannya.

Atas dasar itu, Benny menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan kondisi kebangsaan pasca Pilpres 2019. Lalu ia menyebut berharap tidak ada lagi rivalitas pasca Pilpres.

“Dengan bergabungnya Prabowo Sandiaga Uno ke pemerintahan Pak Jokowi, itu adalah akhir dari sebuah rivalitas politik pilpres,” kata dia.

Seharusnya, klaim Benny, tidak hanya simbolisasi Prabowo dan Sandiaga Uno bergabung ke pemerintah. Tetapi, seluruh pendukung baik pendukung militan, pendukung ideologis, harusnya bersama-sama mengikuti jejak Prabowo dan Sandiaga Uno, bahu membahu untuk membangun negara.

“Dengan memberikan dukungan atas program-program perintah yang dilakukan oleh Presiden Jokowi,” pungkasnya. []

You May Also Like