Ditemukan Gua Diantara Air Terjun Kembar, Ada Ukiran Kubah Masjid dan Perempuan di Dindingnya

ARASYNEWS.COM, PAGAR ALAM – Belum lama ini ditemukannya sebuah gua di dekat air terjun kembar di Dusun Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah, kota Pagar Alam, provinsi Sumatera Selatan. Keberadaan gua ini diketahui setelah pihak pengelola dan karang taruna Rimba Candi menelusuri dan membersihkan area di sekitar air terjun.

Gua yang belum diberi nama ini disebutkan Ketua Karang Taruna Rimba Candi, Ibrohim bahwa memiliki panjang sekitar 15 meter. Gua ini sangat unik, karena letaknya yang diapit dua air terjun, juga terdapat ukiran yang menyerupai kubah masjid pada bagian dindingnya.

“Pada bagian dinding gua terdapat ukiran kubah masjid, dan bagian dalam gua juga terdapat ukiran-ukiran yang menyerupai kepala perempuan atau ratu,” terang Ibrohim, dilansir dari inews.id, Kamis (4/3/2021).

“Kami baru mengetahui ada gua ini setelah karang taruna bersama warga setempat membuka dan membersihkan area objek wisata air terjun kembar ini, keberadaan gua diapit dua air terjun, ternyata ada gua,” ungkap dia.

“Uniknya lagi setelah kami telusuri denga membawa alat penerangan seperti senter, terlibat banyak ukiran. Mudahan ini menarik minat pengunjung yang penasaran dengan air terjun kembar dan gua ini,” ucapnya.

Air terjun kembar di Rimba Candi, Dempo Tengah, Pagar Alam, Sumatera Selatan (ist).

Untuk diketahui, kota Pagar Alam berada di kaki Gunung Dempo. Ada banyak tempat wisata alam di area ini. Dan yang terbaru dan dibuka untuk umum adalah air terjun kembar dengan aliran air yang jernih dan alami.

Lokasi baru ini tersedia setelah dilakukan pembersihan. Namun kondisi alami dan asri tetap dijaga. Dan keberadaan gua yang diapit dua air terjun ini akan menjadi daya tarik wisatawan.

Air terjun kembar ini berada tidak jauh dari pemukiman warga atau sekitar dua ratus meter di kawasan perbukitan di Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah, kota Pagar Alam.

Untuk air terjun dinamai dengan air terjun kembar karena terdapat dua aliran air terjun yang berdekatan.

Ibrohim mengungkapkan, Karang Taruna telah melakukan berbagai tambahan fasilitas, seperti dibangunnya jembatan yang terbuat dari bambu diantara kedua air terjun.

“Ini air terjun masih sangat alami, baru dibuka untuk dijadikan objek wisata. Fasilitas lainnya tengah dalam proses pengerjaan oleh karang taruna bersama masyarakat setempat. Semoga ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat disekitar,” ujar Ibrohim.

Sementara itu, salah seorang warga setempat bernama Ansori, menyebutkan bahwa jalan menuju area masih seadanya, yakni dengan kondisi tanah. Ini akan menyulitkan wisatawan untuk datang ke lokasi.

Ia dan warga setempat mengharapkan segera dibangun jalan pendukung agar banyak wisatawan yang datang menikmati anugerah ciptaan Tuhan. []

You May Also Like