Masyarakat Diimbau Tidak Memberikan Sumbangan pada Gelandangan dan Pengemis serta Bentuk Modus Lainnya

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Hingga kini masih banyak ditemukan gelandangan dan pengemis disejumlah sudut jalan di kota Pekanbaru. Dan untuk menertibkan ini, Dinas Sosial kota Pekanbaru mengharapkan agar masyarakat seperti pengguna jalan untuk tidak memberikan sumbangan kepada mereka. Karena keberadaan mereka di persimpangan jalan dan lainnya sangat membahayakan dan mengganggu. ketertiban umum.

“Bagi warga yang berbagi disarankan untuk menyalurkan bantuan langsung ke tempat-tempat yang memang membutuhkan atau melalui badan resmi, seperti Baznas, sehingga tertib dan tepat sasaran,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Idrus dalam keterangannya, Senin (28/3/2022).

Diakuinya, pihaknya bersama satpol PP kota Pekanbaru telah rutin melakukan penertiban dan memberi edukasi, tapi karena pola perilaku mengemis ini yang sulit untuk ditertibkan.

Selain itu, dikatakannya juga, dalam momen Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, diprediksi jumlah gelandangan dan pengemis di kota Pekanbaru akan semakin bertambah.

Dan untuk mencegah munculnya gelandangan dan pengemis yakni dengan tidak memberi uang kepada mereka.

“Sudah ada ketentuannya, sudah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 12 tahun 2008 tentang Ketertiban Sosial.

“Kami mengimbau agar tidak memberikan uang kepada gelandangan dan pengemis di jalan. Karena sudah ada aturan dan sanksinya,” tukas dia.

Dari pantauan, sejak beberapa hari terakhir, jumlah gelandangan dan pengemis terlihat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan itu.

Mereka dapat terlihat beroperasi di sejumlah perempatan lampu merah di Kota Pekanbaru dan sejumlah area SPBU di kota Pekanbaru.

Beberapa yang terpantau beroperasi di persimpangan Jalan Harapan Raya, Jalan Kaharuddin Nasution, Jalan Riau, Jalan HR Soebrantas, Jalan Arifin Achmad.

Beberapa diantaranya ada yang beroperasi mengenakan baju badut dan menari-nari diiringi dengan lagu dengan alat pengeras suara.

Selian itu, ada juga yang mengatur kendaraan di U-turn di Jalan Soekarno Hatta, Jalan HR Soebrantas.

Dan bahkan ada juga dengan modus menjual tisu, makanan ringan, dan koran kepada pengguna jalan di persimpangan lampu merah. []

You May Also Like