Hasil Laboratorium Penyebab Kematian Anak Gajah di Riau

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Bali Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akhirnya mengetahui penyebab matinya anak gajah Sumatera yang bernama Nurlaila (Lela) beberapa waktu lalu.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, Kepala BBKSDA Riau Supartono, menyebutkan kematian ini disebabkan oleh virus herpes

Pemeriksaan ini dilakukan terhadap sampel jaringan dan organ yang dilakukan oleh laboratorium Medica Satwa Laboratoris di Bogor.

“Hasilnya sudah dikabari, bahwagajah Laila mati positif terinfeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV) yang menyerang organ hati,” kata Supartono, Senin (15/12)

“Virus EEHV merupakan jenis virus herpes yang khusus menyerang gajah, terutama anak gajah,” kata Supartono.

“Virus EEHV ini dikenal mematikan karena perkembangannya sangat cepat dan sulit ditangani,” terangnya.

Anak gajah Sumatera ini adalah anak gajah binaan. Berjenis kelamin betina mati saat berumur 1 tahun 6 bulan di Pusat Konservasi Gajah Sebanga Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Laila merupakan anak gajah yang dilahirkan pada 6 April 2024 di Pusat Konservasi Gajah Sebanga dari Induk bernama Puja dan jantan bernama Sarma.

Sebelumnya ditemukan dalam kondisi kurang aktif dan sudah sempat mendapat penanganan medis oleh tim dokter hewan dan mahout. Kejadiannya pada Jumat (21/11) sampai pukul 22.00 WIB gajah Laila masih terpantau makan dan minum seperti biasa dan tetap minum air susu induknya. Lalu pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 00.30 WIB gajah Laila terdengar menjerit dan teriak yang ketika dipantau masih kondisi berdiri dan aktif bergerak.

Kemudian sekitar pukul 01.00 WIB gajah Laila kembali menjerit. Setelah dicek, kondisi gajah pada posisi tubuh dalam keadaan berbaring namun setelah diberikan penanganan gajah kembali bangun, minum, dan menyusu.

Sekitar pukul 05.00 WIB pada 22 November 2025 gajah Laila sempat bersuara, kemudian dilakukan pemeriksaan dan sekitar pukul 05.30 WIB dalam kondisi terbaring gajah Laila dinyatakan sudah mati, sudah tidak dapat tertolong lagi.

“Terkait kabar ini, menjadi duka besar bagi kami semua. Dan kami mengucapkan terima kasih atas doa, perhatian, dan kepedulian teman-teman semua terhadap Lela. Semoga kepergian Lela menjadi pengingat pentingnya upaya bersama dalam menjaga dan melindungi satwa liar, khususnya gajah sumatra yang saat ini keberadaannya kian terancam,” kata Kepala Balai.

“Mari terus bersama menjaga kelestarian hutan dan satwa di dalamnya,” ajak Kepala Balai.

[]

You May Also Like