ARASYNEWS.COM – Jembatan di pelabuhan Tanjung Buton kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak rubuh.
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 3 sore pada Senin (5/1/2026).
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini tapi satu unit mobil hanyut masuk ke air dan akses lumpuh total pasca kejadian.
Jembatan itu adalah trestel atau jembatan penghubung dari dermaga ke daratan, memiliki panjang 115 meter.
Pelabuhan ini berfungsi melayani penumpang dan barang. Sedangkan jembatan yang rubuh ini dipergunakan untuk bongkar muat barang dan logistik, seperti mobil/motor serta komoditas yang diekspor.

Satu unit mobil Toyota Innova Reborn warna putih ikut nyemplung ke air bersama jembatan.
Tidak ada korban jiwa, tetapi sejumlah pekerja bongkar muat sempat terkurung di area dermaga dan tidak bisa kembali ke daratan. Mereka dievakuasi menggunakan perahu kecil. Sementara itu, sejumlah kendaraan yang berada di atas trestel terpaksa ditinggalkan.

Dalam keterangannya, Direktur PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Mohammad Soeharto, menyebutkan rubuhnya jembatan akibat tidak mampu menahan beban saat loading barang.
“Kondisi trestel sebenarnya sejak awal sudah menimbulkan keraguan dari sisi kelayakan,” ungkapnya.
Jembatan tersebut rubuh setelah PT Besti menyelesaikan aktivitas loading cangkang ke sebuah kapal berbendera asing.
Sementara itu, diungkapkannya, sejak Oktober 2025 lalu, kewenangan pengelolaan pelabuhan tidak lagi berada pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Samudra Siak (SS) karena masa kontraknya telah berakhir. Sejak kontrak PT SS habis, kewenangan Pelabuhan Tanjung Buton ada pada KSOP.
“Sejak itu pelabuhan berada dalam kewenangan KSOP. Kami di KITB hanya mengelola kawasan darat atau kawasan industrinya,” pungkasnya.
[]