Usai Bencana Banjir, Kini Riau ‘Dihantui’ Bencana Karhutla

ARASYNEWS.COM – Setelah musim penghujan mulai berlalu, kini provinsi Riau ‘dihantui’ bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Bahkan, jika sebelumnya pemerintah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, kini pemerintah provinsi (Pemprov) Riau menetapkan status siaga darurat Karhutla Provinsi Riau tahun 2024.

Penetapan status siaga darurat Karhutla Riau tersebut terhitung mulai 13 Maret hingga 30 November 2024 yang ditetapkan dalam surat keputusan Gubernur yang diteken langsung oleh Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto pada 13 Maret 2024.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau hingga saat ini sudah mendapatkan laporan ada dua daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Dua daerah tersebut yakni Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis.

Dengan sudah ada dua daerah yang menetapkan status siaga Karhutla, maka sudah bisa menjadi syarat untuk penetapan siaga darurat Karhutla tingkat provinsi. Hal itu disampaikan Kepala pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal.

“Syarat untuk penetapan siaga darurat Karhutla tingkat provinsi sudah terpenuhi. SK penetapan status siaga darurat Karhutla Riau tahun 2024 sudah diteken Pak Pj Gubernur Riau,” kata M Edy Afrizal, dalam keterangannya pada awal puasa Ramadhan 2024.

“Sudah dua daerah menetapkan siaga darurat Karhutla, yakni Dumai dan Bengkalis. Karena itu kami bersama unsur terkait sudah membahas untuk penetapan status siaga darurat Karhutla tingkat provinsi,” terangnya.

“Dengan telah ditetapkan status ini, maka dalam penanganan dan penanggulangan bencana kebakaran di Riau bisa lebih maksimal. Sebab saat ini wilayah pesisir Riau sudah dilanda musim panas,” jelas dia.

Lebih lanjut ia menyebutkan, sejak Januari hingga awal Maret 2024. Luas Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau sudah mencapai 123,23 Hektare (Ha). Luas lahan yang terbakar tersebut tersebar di sembilan kabupaten/kota di Riau. Di mana Karhutla yang terluas terjadi di Kota Dumai.

Untuk luas Karhutla yang terjadi di Kota Dumai saat ini tercatat seluas 84,80 Ha. Sedangkan di Kabupaten Rokan Hilir 1 Ha, Bengkalis 14,30 Ha, Meranti 3,50 Ha, Siak 1 Ha, Pekanbaru 0,05 Ha, Pelalawan 14,73 Ha, Indragiri Hilir 3,80 Ha dan Kuantan Singingi 0,05 Ha.

[]

You May Also Like