Uji Coba Pembukaan Jalur Untuk Roda Empat di Lembah Anai

ARASYNEWS.COM – Kemacetan dan antrian kendaraan terjadi pada jalur di kawasan Lembah Anai pada Selasa (16/12) sore.

Kepadatan kendaraan didominasi oleh kendaraan roda empat yang mulai diperbolehkan melintas di jalur penghubung Padangpanjang dengan Padang Pariaman itu.

Kendaraan-kendaraan ini mengantri usai diberlakukannya uji coba pembukaan ruas jalan yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan longsor.

Kendaraan didominasi roda empat, kendaraan logistik, mobil tangki BBM, dan juga roda dua.

Uji coba dibukanya jalur ini untuk kendaraan kecil, tidak diberlakukan untuk kendaraan besar dan berat.

Pembukaan ini pada waktu pagi dan sore hari yang telah mulai pada Selasa (16/12) hingga 21 Desember mendatang.

Petugas kepolisian dari satlantas Padang Panjang tengah melakukan sistem buka tutup untuk kendaraan dan ditutup jika kondisi cuaca yang tidak memungkinkan demi keselamatan.

Antrian kendaraan hingga belasan kilometer dari dua arah, baik dari arah Padang Panjang menuju Padang maupun sebaliknya.

Pengerjaan Masih Dilakukan

Ruas jalan Padang – Bukittinggi di kawasan Lembah Anai masih terus dilakukan perbaikan. Sedangkan aliran air Batang Anai juga tengah dibenahi.

Untuk ruas jalan yang sebelumnya terputus, kini telah mencapai 90 persen perbaikan.

Informasi itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, dalam konferensi pers, Senin (15/12/2025).

“Jalan nasional yang menghubungkan Padang–Bukittinggi di kawasan Lembah Anai ini sebelumnya terputus karena banjir bandang, saat ini sudah berprogres hingga 90 persen,” ujar Abdul Muhari.

Jalur ini sudah bisa dapat dilalui kenapa secara terbatas. Dibuka khusus untuk kendaraan roda dua dan empat dengan pengaturan waktu setiap harinya.

Disebutkan, jadwal mobilitas kendaraan yang ditetapkan yakni pada pukul 4 sore sampai 9 pagi. Kemudian ditutup untuk memastikan proses pengerjaan berjalan optimal dan aman bagi masyarakat yang melintas.

“Masyarakat diminta bersabar. Di luar jam tersebut, akses kembali ditutup guna mendukung percepatan pekerjaan perbaikan,” imbuhnya.

Disebutkan juga, untuk perbaikan ruas jalan yang terputus ini dilakukan pemasangan beton sebagai bagian dari penanganan darurat dan permanen.

Sementara itu, dipaparkan perbaikan jalan lainnya yang terputus akibat longsor dan banjir bandang juga dilakukan pada ruas jalan lainnya di wilayah Kabupaten Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam melalui Malalak.

Ruas ini juga memiliki peran penting sebagai jalur alternatif dari Padang menuju Bukittinggi.

Dalam data, ada 14 titik di jalan tersebut yang terdampak banjir dan longsor. Dari jumlah itu, 10 titik masih dalam proses penanganan, meski sebagian sudah dapat dilewati kendaraan roda dua. Sementara empat titik lainnya sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

[]

You May Also Like