TWA Gunung Marapi Sudah Steril Dari Pendaki, ini Kondisinya

ARASYNEWS.COM – Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi sejak Sabtu (7/1/2023) kemarin. Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.11 WIB. Dan pada Sabtu tercatat sebanyak 9 kali erupsi. Sedangkan pada Ahad (8/1/2023) tercatat erupsi juga terjadi sebanyak tiga kali dengan ketinggian abu vulkanik 150-300 meter dari puncak kawah.

Balai KSDA Sumbar mencatat sebanyak 47 pendaki berada di TWA Gunung Marapi sejak terjadi erupsi pertama kali.

“Ada 47 pendaki yang teregister pada pos jalur proklamator yang melakukan pendakian. Kondisi ini tentunya membuat petugas BKSDA Sumbar, Basarnas bersama pihak terkait beserta masyarakat bekerja keras untuk memastikan para pendaki ini bisa turun dengan selamat,” dikatakan Kepala Balai KSDA Sumbar Ardi Andono, S.TP, M.Sc, dalam keterangannya yang dikutip, Ahad (8/1/2023).

“Tapi setelah erupsi pertama terjadi para pendaki sudah mulai turun satu persatu. Dan pada sore Minggu tanggal 8 Januari 2022 dipastikan semua pendaki sudah turun dalam keadaan selamat dan langsung disambut oleh petugas,” terang Ardi.

Dikatakannya, pada pendaki dilakukan pendataan ulang, dan ditemukan sebanyak 57 orang pendaki yang tidak teregister oleh petugas BKSDA Sumbar, yang artinya 57 orang ini merupakan pendaki ilegal.

Mereka, dikatakan Ardi, nantinya akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat dalam SOP pendakian TWA Gunung Marapi yakni masuk dalam daftar black list, dan tidak akan diizinkan untuk mendaki.

Selain itu, pihak BKSDA Sumbar akan menyurati pihak sekolah dan universitas dimana para pendaki ini terdaftar agar dibina untuk mematuhi aturan negara.

Ardi mewakili tim gabungan lainnya menyampaikan rasa bahagia karena semua pendaki yang berada saat erupsi Gunung Marapi ini bisa turun dengan selamat.

Tak lupa ia juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Basarnas dan pihak terkait yang telah bekerja keras dalam membantu para pendaki.

Beliau meminta untuk semua pendaki, pengunjung, dan masyarakat untuk tidak melakukan pendakian sampai waktu yang belum ditentukan atau sampai informasi yang akan disampaikan berikutnya.

“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kita semua terkait para pendaki yang tidak mengikuti SOP pendakian, karena petugas menghitung pendaki yang berada di atas gunung sesuai dengan yang teregister, dihimbau kepada semua para pendaki kedepannya agar mematuhi SOP pendakian agar kejadian seperti saat ini tidak terulang kembali,” tukas Ardi Andono.

Lebih lanjut, diterangkan Ardi, para pendaki ilegal ini sangat beresiko ketika mendaki, selain tidak dilindungi oleh asuransi juga tidak ada yang bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu, melainkan justru memperkaya para pemuda yang melakukan pungli.

Ia juga mengharapkan agar para pendaki menghormati aturan yang ada, bukan hanya nafsu ingin mendaki.

“Pendakian yang baik adalah pendakian yang legal, selamat dan mengikuti aturan yang berlaku, ingat memasuki area TWA Marapi wajib mematuhi aturan yang berlaku,” tutup Ardi.

Sebelumnya, postingan video di media sosial penampakan beberapa pendaki terlihat di dekat kawah gunung Marapi. Mereka pun berlarian menjauhi dan turun dari puncak gunung saat erupsi terjadi. []

Source. Balai KSDA Sumbar

You May Also Like