Seorang Warga Diserang Harimau Saat Mencari Kayu di Hutan Siak

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Seorang warga bernama Azmi, yang bertempat tinggal di Dusun 1 Parit Pinang, Desa Serapung Kecamatan Penyalai Kabupaten Pelalawan diserang harimau Sumatera saat mencari kayu di Hutan Sungai Belat Kampung Teluk Lanus Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (10/7/2021) pukul 13.00 WIB kemarin.

Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan.

Alhamdulillah, nyawa Azmi masih bisa diselamatkan dan hanya mengalami luka serius pada kedua kakinya

Dalam keterangan kepala BBKSDA Riau Suharyono, Senin (12/6/2021), mengatakan bahwa lokasi kejadian tersebut berada lebih kurang 20 kilometer (km) dari Kantor Desa Teluk Lanus tepatnya di sekitar Sungai Belat. Dimana sepanjang Sungai Belat terdapat areal konsesi PT Uniseraya, PT RAPP dan kawasan konservasi SM Tasik Belat.

“Jadi, sebelum kejadian, korban bersama temannya mencari kayu. Saat sedang bekerja di hutan, korban terkejut melihat seekor harimau dan ia berteriak minta tolong sambil berlari. Kemudian harimau tersebut menerkam korban, kena di kaki korban. Kemudian kawan korban datang membawa kayu dan mengusir harimau tersebut,” diceritakan Suharyono.

“Akibat dari penyerangan tersebut, korban mengalami luka robek di kaki akibat cakaran harimau tersebut,” kata dia.

Saat ini korban sudah dibawa ke tempat tinggalnya di Desa Serapung Kecamatan Penyalai Kabupaten Pelalawan dan sebelumnya sempat mendapat perawatan di faskes.

Terkait kejadian itu, BBKSDA Riau langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa Teluk Lanus dan masyarakat

Dan dikatakannya, belum diketahui apakah satwa tersebut masih sama dengan satwa yang sebelumnya terlihat menyerang ternak warga di Teluk Lanus.

Sebelumnya Tim Balai Besar telah diturunkan untuk memasang camera trap di sekitar lokasi dimakannya ternak warga di daerah Teluk Lanus. Tim segera diturunkan kembali untuk mengetahui dengan pasti kejadian tersebut.

BBKSDA Riau melalui Suharyono menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. Dan berharap semua pihak untuk bersama-sama saling mengingatkan tentang perlunya pemahaman hidup berdampingan dengan satwa yang dilindungi.

“Kita menghimbau agar tidak terjadi penebangan kayu di hutan primer yang merupakan ruang hidup satwa liar, termasuk Harimau Sumatera. Dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak memasang jerat di hutan dan berburu babi serta satwa lain. Karena itu merupakan penopang hidup atau makanan pokok Harimau Sumatera,” imbau Suharyono

Dan diimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak berbuat anarkis terhadap satwa Harimau Sumatera yang dilindungi tersebut. []

You May Also Like