Pulau di Depan Titik Nol Indonesia di Pulau Weh

ARASYNEWS.COM – Selama ini kita mengetahui titik nol Indonesia berada di Pulau Weh, Kelurahan Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Tapi ternyata, ada lagi satu pulau yang berada didepannya. Pulau ini dikenal dengan nama Pulau Rondoh.

Mungkin memang asing terdengar, tapi pulau ini merupakan pulau terluar dan masih menjadi bagian dari Negara Indonesia hanya saja letaknya terluar dari pulau-pulau yang lain.

Meskipun menjadi bagian dari 12 pulau terluar prioritas Indonesia, letak Pulau Rondo disebut-sebut sebagai yang paling strategis dibandingkan pulau-pulau lainnya.

Bagaimana tidak, Pulau Rondo berada di ujung utara Pulau Sumatera, yaitu ujung barat Pulau Weh, berbatasan dengan negara India, tepatnya Kepulauan Nikobar, dan jadi jalur pelayaran internasional.

Secara administratif, Pulau Rondo termasuk dalam wilayah Kelurahan Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD).

Pulau Rondo sebenarnya menyimpan banyak keunikan dan hanya mampu dicapai oleh orang-orang tertentu saja, yang memiliki kesehatan prima, juga kemampuan bertahan hidup dalam keadaan terbatas. Pulau ini tidak berpenghuni dan penuh akan misteri di ujung pulau Sumatera.

Keunikan pulau yang tidak berpenghuni tersebut salah satunya, yaitu sebenarnya merupakan titik nol kilometer Indonesia. Namun, karena sulit untuk mencapai Pulau Rondo, maka titik nol kilometer pun dipindahkan ke Kota Sabang, sehingga sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mengetahui Kota Sabang-lah yang titik nol kilometer Indonesia.

Pulau Rondo satu-satunya pulau selain Pulau Weh, Klah, Rubiah, dan Seulako yang tidak berpenghuni.

Pulau ini hanya didiami secara bergantian oleh petugas penjaga laut Indonesia yang terdiri dari marinir dan petugas jaga mercusuar.

Melansir dari laman resmi Direktori Pulau-Pulau Kecil Indonesia, Sabtu (23/9/2023), Pulau Rondo dengan Kota Sabang berjarak sekitar 15,6 kilometer, sementara dengan Kelurahan Iboih 9,3 kilometer, dan yang terdekat jaraknya dengan Kelurahan Ujung Ba’u sekira 4,8 kilometer.

Sedangkan luas Pulau Rondo sendiri hanyalah 0,4 kilometer persegi.

Pulau ini dapat dicapai dengan kapal motor dari Kelurahan Ujung Ba’u dengan waktu 40 menit, sedangkan dari Kota Sabang sekitar 1,75 jam perjalanan.

Pulau Rondo juga dijuluki Pulau Mati, karena tidak berpenghuni dan sulit mendapatkan sumber air bersih untuk diminum. Di pulau ini sering ditemui ular piton dan bahkan ular laut.

Bagi traveler yang penasaran mengunjungi Pulau Rondo, sebaiknya mempertimbangkan terlebih dahulu dan harus menyiapkan fisik, tekad dan daya tahan tubuh, serta kemampuan untuk bertahan dalam keadaan serba terbatas. Pasalnya, sumber air bersih di Pulau Rondo hanya berasal dari kiriman dari Pulau Weh, yang hanya digunakan untuk minum dan berwudhu.

Di sisi lain, jika ingin buang air besar atau mandi, biasanya para marinir harus turun terlebih dahulu menuruni ratusan anak tangga, lalu mandi di laut, dan kemudian naik lagi dengan meniti ratusan anak tangga untuk kembali menuju camp.

Tidak hanya itu saja, sebelum tiba di Pulau Rondo, traveler juga harus menyiapkan mental, karena berlayar menuju Pulau Rondo tidak mudah. Harus melewati gulungan ombak dengan ketinggian hingga tiga meter, karena letaknya terluar dan perairannya merupakan pertemuan Selat Malaka dengan Samudera Hindia.

Jam Operasional Pulau Rondo

Pulau kecil ini buka setiap hari selama 24 jam. Setiap wisatawan yang akan berkunjung ke pulau ini wajib lapor kepada petugas TNI yang bertugas. Tapi disarankan untuk berkunjung di malam hari karena hewan ular berbisa banyak dijumpai serta penerangan yang tidak ada.

Perjalanan di malam hari dengan menggunakan kapal juga dinilai cukup berbahaya mengingat ombak laut yang besar.

Harga Tiket Masuk Pulau Rondo

Tidak ada pembayaran tiket masuk untuk berkunjung kesini. Artinya, traveler dapat berkunjung secara gratis. Hanya saja perlu mempersiapkan budget untuk biaya transportasi kapal motor dan biaya paket tour bila ingin mengunjungi pulau ini.

Akses menuju Pulau Rondo

Pulau ini memang tak banyak menawarkan tempat rekreasi. Tempat ini memang lebih cocok untuk para pecinta alam dan pecinta laut. Namun jika Anda ingin mencari destinasi wisata untuk acara liburan keluarga, traveler bisa langsung menyeberang ke Pulau Weh.

Fasilitas yang Tersedia di Pulau Rondo

Segala macam fasilitas yang tersedia ini sangat terbatas dan hanya untuk para tentara yang bertugas. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain toilet, dapur umum, camp, dan dermaga. Sedangkan untuk penerangan, para tentara memanfaatkan panel-panel solar sebagai sumber listrik.

Daya Tarik Pulau Rondo

Meski belum secara resmi menjadi sebuah tempat wisata Aceh, pulau ini mempunyai banyak sekali daya tarik yang sebaiknya tak boleh dilewatkan.

Selain landscape alamnya yang masih sangat natural dan view lautnya yang sangat eksotis, ada beberapa kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini, seperti trekking di hutan, menaiki ratusan anak tangga dari dermaga hingga ke puncak, spot pemancingan karena perairan di sini merupakan habitat berbagai jenis ikan laut, khususnya ikan tenggiri dan ikan kerapu. Selain itu juga dapat melakukan snorkeling dan diving, karena alam bawah laut di kawasan perairan ini sangat indah dan masih alami terjaga. Ada ribuan terumbu karang hidup subur di sini dan air laut yang jernih.

Di Pulau Rondo, traveler akan menjumpai sebuah bangunan tugu. Tugu ini adalah Tugu 0 Kilometer Indonesia. Tugu 0 Kilometer Indonesia ini adalah penanda titik terjauh di wilayah Indonesia bagian Barat. []

You May Also Like