ARASYNEWS.COM – Kunjungan pejabat, menteri-menteri, kepala daerah hingga kepala negara, dan orang-orang di pusat ke daerah terdampak bencana sangat diharapkan. Mereka datang dengan membawa bantuan bagi korban terdampak.
Baru-baru ini diunggah video rekaman ke media sosial tentang adanya kunjungan ke daerah terdampak.
Mereka yang sedang bertugas untuk proses evakuasi korban dan pembersihan rumah penduduk yang terdampak terpaksa dihentikan sementara.
Dikutip, dari kelompok relawan bernama kurir_kebaikan mengabadikan momen ketika para relawan terpaksa tertahan untuk melakukan evakuasi bencana. Peristiwa ini terjadi di Hota Godang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara pada Jum’at, 5 Desember 2025.
Evakuasi tertahan bukan karena alat yang terbatas, atau ada ancaman bencana susulan. Tapi evakuasi terpaksa tertahan karena lokasi yang harus disterlikan.
Disebutkan dan terlihat, karena lokasi itu sedang ada kunjungan sejumlah pejabat yang hendak turun ke lokasi melihat-lihat situasi.
“Ini jadi sekarang evakuasinya terkendala guys karena ada kunjungan dulu dari pihak-pihak terkait, RI 2, BK 2 terus dari Kapolda pada turun, jadi kita nggak bisa evakuasi dulu nih guys, di sini ya di sini atau kalau di lain gitu oke peng-steril-an dulu,” dikatakan dalam video yang diunggah dan dikutip pada Sabtu (6/12/2025).
Momen kunjungan itu pun dimanfaatkan mereka untuk beristirahat sejenak hingga mereka kembali berangkat dari lokasi.

Diketahui bahwa RI 2 merupakan wakil presiden RI, sedangkan BK 2 merupakan ketua DPRD provinsi yakni provinsi Sumatera Utara. Kemudian juga disebutkan gubernur juga turut serta.
Tentunya, hal ini langsung menuai kritik dari warganet di media sosial. Pasalnya, kedatangan para pejabat tersebut justru menghambat proses evakuasi yang sedang dilakukan.
Meskipun kedatangan pejabat diperlukan untuk dapat melihat secara langsung kondisi dilapangan, dan diharapkan dapat memberikan solusi terbaik melalui kebijakan-kebijakan kedepannya. Akan tetapi mereka yang bertugas melakukan evakuasi korban bencana seharusnya tidak terganggu dengan kunjungan tersebut.
[]
dok. Media sosial Instagram